Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo apresias aparat penegak hukum atas vonis yang diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Tegal yang menggelar dangdutan di tengah pandemi. (istimewa)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo apresias aparat penegak hukum atas vonis yang diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Tegal yang menggelar dangdutan di tengah pandemi. (istimewa)

Gelar Dangdutan saat Pandemi, Wakil Ketua DPRD Tegal Dipenjara

Ngopibareng.id Nusantara 12 January 2021 21:30 WIB

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan dengan masa percobaan setahun kepada Wakil Ketua DPRD Tegal, Wasmad Edi Susilo.

Wasmad dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan dan tidak mematuhi perintah pejabat yang sah karena menggelar konser dangdut saat pandemi pada September 2020 lalu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai kasus ini dapat menjadi peringatan untuk semuanya. Diharapkan, kasus-kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari. "Mudah-mudahan ini jadi peringatan untuk semuanya, sehingga semua bisa disiplin. Apalagi, saat ini dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," kata Ganjar, Selasa 12 Januari 2021.

Tidak hanya bagi pejabat publik, kasus Wasmad ini lanjut Ganjar menjadi peringatan seluruh elemen masyarakat. Bahwa mematuhi protokol kesehatan saat pandemi harus dilakukan secara tegas.

Ganjar juga memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang menangani kasus ini. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang mendukung upaya pengetatan protokol kesehatan selama pandemi. "Tidak ada kebencian sekalipun, tapi semua hanya ingin kita semua sama-sama patuh," pungkasnya.

Wasmad Edi Susilo ditetapkan sebagai tersangka usai menggelar konser dangdut acara pernikahan anaknya di Lapangan Tegal Selatan pada 23 September 2020 lalu. Ia dinyatakan melanggar undang-undang kekarantinaan kesehatan karena konser dangdut yang digelarnya menyebabkan kerumunan massa.

Setelah berkas lengkap, Wasmad kemudian menjalani sidang di PN Tegal. Pada sidang tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Wasmad selama 4 bulan penjara, denda Rp20 juta subsider 2 bulan kurungan dengan masa percobaan setahun.

Namun, pada sidang vonis, hakim menjatuhkan hukuman kepada Wasmad lebih berat, yakni 6 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan dengan masa percobaan setahun.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2021 05:59 WIB

Basarnas Palu Evakuasi Korban Longsor di Parigi Moutong

Warta Bumi

Puluhan penambang emas ilegal di Parigi Moutong tertimbun longsor.

25 Feb 2021 05:42 WIB

Penambang Emas Ilegal di Parigi Moutong Tertimbun Longsor

Warta Bumi

Puluhan penambang emas ilegal tertimbun longsor.

25 Feb 2021 04:42 WIB

Utang Revaluasi

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan tertarik polemik revaluasi aset dan utang negara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...