Gebyar Hardiknas 2019 Digelar di Banda Aceh

20 Apr 2019 13:54 Pendidikan

Bazar buku murah dan aneka lomba memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Banda Aceh. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno mewakili Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi, pada pembukaan Gebyar Hardiknas 2019 di halaman Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Banda Aceh Sabtu 20 April 2019.

Dalam sambutannya, Totok Suprayitno mengatakan, hanya anggota DPR yang tidak bisa digantikan oleh robot. Pekerjaan lainnya sebagian sudah diambil alih atau dikerjakan oleh robot. "Ironisnya, robot buatan manusia itu sekarang malah yang akan menggusur manusia," ujarnya.

Totok mengambil contoh di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, untuk check in dilayani oleh mesin, jasa manusia tidak diperlukan lagi. Demikian juga jalan tol berbayar. Perakitan mobil dan barang elektronik di Jepang juga banyak yang menggunakan robot, sehingga pemutusan hubungan kerja menjadi acaman di negara maju yang lebih mengandalkan robot daripada tenaga manusia.

"Menghadapi arus perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung, mutu pendidikan harus dipacu. Yang memprogram robat adalah manusia, karena itu manusia harus lebih pintar dari robot. Caranya kuasai ilmu pengetahun dan teknologi dengan semangat belajar tanpa batas," tutur Totok Suprayitno.

 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno meninjau pameran buku pada Gebyar Hardiknas di Banda Aceh Sabtu 20 April 2019 Foto Asmanungopibarengid
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno meninjau pameran buku pada Gebyar Hardiknas di Banda Aceh, Sabtu 20 April 2019. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Belajar, kata Totok Suprayitno, jangan diartikan hanya pergi ke sekolah supaya pintar. Tapi sekolah juga untuk memerdekakan anak anak secara lahir dan batin. Karena itu tidak ada alasan ada anak tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya. Dengan program wajib belajar 12 tahun, pemerintah memberikan layanan pendidikan secara gratis.

Kabalitbang juga memuji perkembangan pendidikan di Aceh yang dikatakan cukup baik. Aceh merupakan satu dari tujuh propinsi yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 100 persen.

Gebyar Pendikan di Aceh yang diisi dengan berbagai macam kegiatan lomba, kesenian dan pameran buku, merupakan rangkaian dari peringatan Hardiknas tingkat nasional 2 Mei 2019 yang akan dipimpin langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendi.

Mendikbud sebelumnya mengajak masyarakat ikut menyemarakan Hardiknas di seluruh Indonesia. "Peringatan Hardiknas jangan hanya bersifat seremonial, tapi harus dijadikan pendorong dan penyemangat untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional," kata Mendikbud. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini