Otak-Atik Politik Erros DjarotGatot Cium Tangan SBY, Prabowo Sowan Rizieq

06 Jun 2018 11:30 Politik
”Yah ini pasti gara-gara si Amien lagi..Amien lagi. Kalo mau menang jauh-jauh deh…!” Karena menurut gunjingan mereka, semakin Prabowo runtang-runtung bersama Amien Rais, semakin Jokowi berpeluang lebih besar untuk melenggang menang!

Jelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dibuka pada Agustus 2018, ada sejumlah peristiwa menarik yang masuk dalam catatan dan meja pergunjingan para pengamat, aktivis, dan pemain politik di negeri ini. Setidaknya ada dua peristiwa yang sangat hangat dibicarakan, karena peristiwanya sangat fenomenal.

Yang pertama, soal cium tangan. Kalau melihat Jokowi mencium tangan Megawati, itu pemandangan biasa. Menjadi sangat terasa luar biasa berbeda ketika melihat foto adegan Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY. Di dunia maya foto tersebut langsung menjadi viral dan sorotan paling hangat. Mungkin karena belum pernah ada foto yang serupa pada event-event sebelumnya, atau bahkan selama ini. Maka peristiwa Gatot cium tangan SBY pun, langsung dikaitkan dengan perhelatan politik di tahun 2019.

Peristiwa cium tangan SBY ini mungkin saja biasa dilakukan Gatot sebagai tanda hormat kepada senior atau yang dituakan. Tapi karena baru kali ini yang terekspos secara spektakuler, langsung saja komentar berhamburan menanggapi peristiwa langka ini. Dari mereka yang pada dasarnya tidak terlalu bersimpatik kepada Gatot langsung melontarkan komentar sinis…”Kasihan amat sampai segitunya nyari tiket buat nyapres…ikut-ikut Jokowi ya?”. Sementara para fans Gatot yang selalu getol mendukung setiap langkah politik Gatot menyuarakan kekecewaannya...”Yaah, apa bedanya sama Jokowi..?!”

Dalam kaitan ini, masalah kapasitas, integritas, dan kepribadian diri seorang calon presiden, menjadi bahan penilaian para pendukung untuk memperkuat dukungan mereka atau sebaliknya, mengambil jarak dan berlanjut hengkang atau bersikap apatis. Begitu melekat kesan bahwa cium tangan SBY yang dilakukan GN adalah cium tangan politik. Publik tau betul bahwa dalam saku SBY terdapat potongan tiket buat siapa pun yang memerlukan untuk nyapres di 2019. Dengan mendapat sepotong tiket dari bos Partai Demokrat ini, langkah GN untuk bisa maju nyapres kian mantab.

Memang, berdasarkan hitungan pasar politik, menjadi jauh lebih mudah bagi GN untuk maju nyapres ketika tiket dari pendukung utama (Partai Demokrat) sebagai modal dasar, sudah ada di tangan. Masalahnya, apakah betul GN mencari tiket dengan aksi cium tangan SBY ini? Atau merupakan tatakrama dirinya sebagai orang Jawa, yang sengaja mempertontonkan cium tangan sebagai rasa hormat kepada yang lebih tua atau dituakan. Yah, mana yang benar, jawabannya hanya ada pada GN sendiri dan Tuhan Sang Maha Tau.

Peristiwa sensasional yang kedua adalah bertebarannya gambar, foto dan video seputar kegiatan perjalanan umrah Prabowo yang dikawal Amien Rais dan rombongan. Yang justru paling hangat dipergunjingkan ketika Prabowo dan Amien Rais melakukan perjalanan khusus sowan Habib Rizieq di tempat ‘pengasingan’ dirinya. Menjadi fenomenal karena tokoh sekelas Prabowo dan Amien Rais, mantan tokoh reformasi, sengaja meluangkan waktu untuk sowan menyambangi Habib Rizieq. Karena di kaca mata publik awam, Habib Rizeq adalah seorang pelarian yang tengah menghindar dari jeratan hukum yang menerpanya.

Dalam kaitan perhelatan politik 2019, membahas kasus hukum yang menimpa Habib Rizieq, kurang menarik. Yang menarik adalah kenyataan bahwa Habib Rizieq telah didaulat dicalonkan oleh barisan Alumni 212 sebagai capres versi mereka untuk Pemilu-Pilpres 2019. Untuk membicarakan hal inilah yang mungkin membuat Prabowo yang didampingi Amien Rais  datang sowan kepada sang Habib. Setidaknya berharap bahwa dukungan dari barisan Alumni 212 untuk Habib Rizieq, dapat  dikomandokan secara resmi agar menjadi hanya memilih dan mencalonkan Prabowo sebagai capres pada PIlpres 2019.

Yang menjadi persoalan, bukankah dukungan dari komunitas sejenis Alumni 212, sudah dengan sendirinya akan memberi suara mereka kepada Prabowo?! Sehingga yang justru diperlukan Prabowo adalah memperluas dukungan dari berbagai kalangan yang jauh dari simbol-simbol yang diusung oleh Alumni 212 dan sejenisnya. Sehingga banyak teman saya yang selama ini fanatik mendukung Prabowo, dan mereka ini sering dikategorikan sebagai kelompok sekuler, merasa kecewa menyaksikan foto saat Prabowo sowan Habib Rizieq. Hampir semua rata-rata berkomentar... ”Yah ini pasti gara-gara si Amien lagi..Amien lagi. Kalo mau menang jauh-jauh deh…!” Karena menurut gunjingan mereka, semakin Prabowo runtang-runtung bersama Amien Rais, semakin Jokowi berpeluang lebih besar untuk melenggang menang!

Benarkah? Semua ini belum terbukti! Sehingga terhadap dua isu fenomenal ini, cium tangan SBY dan sowan Habib Rizieq, dampak dan akibatnya hanya akan terjawab oleh waktu! Makin aneh memang menjadi makin seru. Asal jangan menjadi semakin tidak jelas dan kacau!