Garuda Larang Mengambil Foto di dalam Pesawat

16 Jul 2019 11:42 Ekonomi dan Bisnis

Maskapai Garuda Indonesia melarang aktivitas mengambil foto di dalam pesawat. Larangan tersebut berdasarkan pengumuman NO.JKTCSS/PE/60145/19 yang diterima Antara di Jakarta, Selasa. Pengumuman tersebut telah ditandatangani oleh Pjs. SM. FA Standardization & Development Evi Oktaviana di Jakarta pada 14 Juli 2019.

Dalam surat pengumuman tersebut tercantum bahwa baik penumpang maupun awak kabin tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam pesawat.

“Menindaklanjuti arahan dari manajemen, kepada seluruh awak kabin diinformasikan sebagai berikut: Tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto ataupun video oleh awak kabin ataupun penumpang,” tulis dalam pengumuman tersebut.

Lebih lanjut, awak kabin harus menggunakan bahasa yang "assertive" (tegas) dalam menyampaikan larangan kepada penumpang untuk point 1 di atas, kecuali sudah mendapatkan surat izin dari perusahaan.

Ketiga, perusahaan akan memberi sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan di atas.

Hingga saat dihubungi, pihak Garuda belum memberikan keterangan terkait beredarnya surat pengumuman tersebut.

Sebelumnya, sempat viral foto menu dengan tulisan tangan di penerbangan kelas bisnis oleh seorang influencer dengan akun @rius.vernandes.

Daftar menu yang dibagikan pramugari Garuda yang hanya bertuliskan tangan kepada penumpang first class Foto Twitterriusvernandes
Daftar menu yang dibagikan pramugari Garuda yang hanya bertuliskan tangan kepada penumpang first class. (Foto: Twitter/@rius.vernandes)

Rius dan tunangannya, Elwiana Monica sebelumnya menggunakan Business Class Garuda Indonesia tujuan Sydney-Denpasar Jakarta. Mereka mendapati daftar menu yang dibagikan pramugari hanyalah kertas tulisan tangan. Merasa ganjil dengan hal ini, Rius pun mengunggah foto daftar menu itu di InstaStory-nya.

Rius lantas jadi perbincangan. Banyak netizen merasa Rius hanya menjelek-jelekkan citra maskapai nasional Indonesia ini. Hal ini juga dikaitkan dengan peran Rius sebagai Key Opinion Leaders (KOL) maskapai nasional negara lain.

Menanggapi hal ini, Rius mengunggah video berjudul 'YANG SEBENARNYA TERJADI DI BALIK MENU TULISAN TANGAN GARUDA BUSINESS CLASS'. Video berdurasi sekitar 21 menit ini menjelaskan duduk perkara dari sisi Rius.

"Hari ini gue bakal ngereview penerbangan gue dari Sydney ke Denpasar. Gue mau meluruskan apa yang lagi ramai di media sosial tentang menu yang gue post kemarin di Instagram gue," jelasnya di awal video. Rius langsung menyoroti soal menunya. "Hari ini gue mau fokus ngomongin menunya. Gue liat penumpang lain dari jauh dibagiin kertas menu. Kelihatan banget kalau itu tulisan tangan," lanjutnya.

Ia menjelaskan pramugari Garuda Indonesia sempat menjelaskan hal ini padanya. "Maaf untuk menu cardnya kita lagi dalam proses percetakan. Jadi saya ada menuliskan. Jelek tulisannya Pak. Bisa pilih salah satu," kata pramugari seperti terekam di video Rius.

Dari potongan video itu Rius meluruskan apa yang terjadi. "Ada yang bilang itu catetan pramugarinya yang gue ambil secara paksa, terus gue foto. Nggak, itu emang dikasih. Penumpang lain juga dikasih menu itu," tegasnya.

Mendapat daftar menu bertuliskan tangan, Rius dan Elwi sebenarnya memiliki pendapat berbeda. Mereka merasa hal ini ganjil, namun ketika pramugari menjelaskan apa yang terjadi, keduanya merasa maklum. "Waktu cabin crew-nya approach, 'Oh sorry gini gini gini, lagi printing'. Gue bisa ngerasain warmnya. Jadi gue ngerasa its okay. Human touch itu tetep lebih penting daripada lo punya menu tapi judes," kata Elwi.

Hal ini disetujui Rius. Ia mengatakan, "Menu (tulis) tangan ini inisiatif pramugarinya. Ditawarin ke kita juga dengan sopan juga. Jadi nggak masalah juga." Namun yang juga jadi sorotan adalah ketika Garuda Indonesia kehabisan stok wine. Terungkap mereka hanya menyediakan 3 botol champagne untuk Business Class berisi 40 penumpang. Stok wine juga habis di 2 jam penerbangan pertama.

Rius merasakan atmosfer kekecewaan dari rata-rata penumpang Business Class yang merupakan warga Australia. Ia pun sempat mewawancarai dua penumpang yaitu Paul dan Christian. Keduanya memuji layanan Garuda Indonesia dari segi kenyamanan tempat duduk dan makanan, tapi tidak soal wine.

"Menu ditulis di kertas, kadang-kadang itu terjadi. Itu bisa dimengerti, itu tidak masalah. Itu bisa dimaafkan. Tapi kehabisan wine tidak bisa dimaafkan," ungkap keduanya.

Menanggapi hal ini, Garuda Indonesia sempat membalas kicauan netizen @arieparikesit di Twitter yang mengunggah kembali foto daftar menu bertuliskan tangan. "Dapat kami sampaikan bahwa ini bukan kartu menu untuk penumpang, melainkan catatan pribadi awak kabin yang tidak untuk disebarluaskan. Terima kasih," sanggah mereka.

Penulis : Antara
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini