Ganjar Pranowo sedang mengecek vaksin covid-19 yang baru tiba di Jateng. (Foto: Dok Prov Jateng)
Ganjar Pranowo sedang mengecek vaksin covid-19 yang baru tiba di Jateng. (Foto: Dok Prov Jateng)

Ganjar Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks Vaksinasi

Ngopibareng.id Nusantara 04 January 2021 21:46 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat untuk tak percaya pada hoaks terkait vaksin. Pasalnya, kabar kedatangan vaksin Sinovac ke Jateng pagi tadi langsung diikuti kabar hoaks yang meresahkan.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia oleh Presiden Joko Widodo secara daring, di Ruang Rapat Kantor Pemprov Jateng, Senin, 4 Januari 2020. Ganjar meminta masyarakat mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Terkait dengan vaksin, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Bahkan tadi kita dengan DPRD lagi bicara, bahkan juga dengan Majelis Ulama Indonesia. Malah yang menarik dari MUI Jateng, itu meminta tolong dong para kiai diprioritaskan," kata Ganjar.

Cerita tersebut, menurut Ganjar, adalah bukti bahwa hoaks-hoaks yang berkaitan dengan vaksin virus corona tidak benar. Ganjar pun meminta agar masyarakat tak mengindahkan hoaks tersebut.

"Sehingga cerita-cerita hoaks yang beredar, jangan ikut, cuek aja, jangan didengerin," kata Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar menjelaskan, tidak semuanya bisa langsung mendapatkan vaksin. Menurutnya, sudah ada urutan-urutan serta prioritas penerima vaksin. Yakni yang pertama untuk tenaga medis.

"Dan tidak setiap orang hari ini bisa divaksin, karena itu untuk pelayanan tenaga medis lebih dulu prioritasnya, yang kedua itu ada batasan umurnya juga sehingga ini tidak serta merta karena jumlah di awalnya masih terbatas," kata Ganjar.

Dari fakta tersebut, Ganjar kembali menegaskan agar masyarakat tidak percaya pada hoaks. Jika menemukan ajakan-ajakan atau berita meragukan, Ganjar meminta masyarakat bertanya pada pemerintah.

"Jadi masyarakat jangan mempercayai hoaks, bisa bertanya kepada pemerintah. Lebih baik tanya pada kita, pada pemerintah karena semua itu ada ketentuannya," kata Ganjar.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 09:55 WIB

Millendaru dkk Positif Benzo, Kafe Langgar PPKM Disegel

Nasional

Kafe Brotherhood disegel karena melanggar PPKM.

28 Feb 2021 09:29 WIB

Sejak Syekh Ali Jaber Meninggal, Istri Tidak Keluar Rumah

Tokoh

Syekh Ali Jaber meninggal sudah lebih dari 40 hari.

28 Feb 2021 09:11 WIB

Suro Sisik

Arif Afandi

Tiga kepala daerah baru yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik bertemu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...