Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan bantuan terdampak Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Ngopibareng.id)

Ganjar Desak Polisi Ungkap Pengancam Tenaga Medis di Sragen

Nusantara 31 May 2020 16:18 WIB

Seorang tenaga medis UPTD Puskesmas Kedawung Kabupaten Sragen dikabarkan mendapat ancaman serta intimidasi usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19. Ancaman yang diberikan melalui whatsapp tersebut membuat petugas kesehatan itu ketakutan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah mendapat laporan ikhwal ancaman tersebut. Dirinya meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menyelesaikan persoalan itu.

"Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar, Minggu, 31 Mei 2020.

Ganjar meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan COVID-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," tegasnya.

Ganjar juga mendapat informasi bahwa korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Ia meminta agar Korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

"Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," terangnya.

Ganjar juga mengatakan masih mendalami persoalan itu. Sebab dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab dan faktor lainnya.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban), saya pengen telpon untuk dengar sendiri. Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi. Kalau memang korban ketakutan atau trauma, akan kami bawa ke shelter agar dia aman," tutupnya.

Seperti diberitakan, seorang perawat UPTD Puskesmas Kedawung Sragen mendapat ancaman dari warga melalui whatsapp. Dari informasi yang ada, ancaman itu terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi.

Kronologinya, ada keluarga yang anggotanya positif. Kemudian, petugas datang untuk melakukan rapid test dan sebagainya kepada keluarga itu. Diduga, karena adanya pemeriksaan tersebut, salah satu keluarga merasa agak dikucilkan di lingkungannya. Warga sekitar menjadi tidak berani mendekat dan sebagainya. Oleh sebab itu, pelaku mengancam dan mengantisipasi salah satu petugas Puskesmas. Kasus ini sedang diselidiki petugas kepolisian.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 01:15 WIB

Tak Puas dengan Pemerintah, 7.000 Warga Beirut Turun ke Jalan

Internasional

Protes dengan pemerintahan yang korup.

08 Aug 2020 23:15 WIB

Pengurus Tebuireng Tegaskan Makam Gus Dur Belum Dibuka

Jawa Timur

Makam Gus Dur belum dibuka untuk kunjungan wisata.

08 Aug 2020 22:45 WIB

Surabaya Zona Merah, Persebaya Tunda Latihan di Lapangan

Liga Indonesia

Persebaya belum kumpulkan pemain dan pelatih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...