Hilman Latief, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah dalam suatu seminar. (Foto: Istimewa)

Gagas Filantropi Preneurship, Begini Corak Kerja Muhammadiyah

Nasional 18 February 2020 07:38 WIB

Muhammadiyah harus menghadirkan bahwa zakat bukan menjadi ketakutan untuk semua. Misalnya, setelah dana itu dizakatkan nanti akan disalurkan kemana, atau mau diapakan.

"Selain itu, Muhammadiyah harus membangun perspektif bahwa zakat tidak hanya dibagikan kepada kaum fakir miskin," tutur Hilman Latief, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, dalam keterangan Selasa, 18 Februari 2020.

“Ada konsep yang ingin kita kembangkan adalah pertama filantopi preneurship yaitu filantropi berbasis enterpeneurship. Bahkan Lazismu melalui Rakornas di Lombok sudah mendeklarasikan tahun ini adalah menjadi tahun filantropi enterpeneurship sejak rakornas di Lombok dan semua sepakat untuk mendorong itu,” kata Hilman.

Sebelumnya, ia mengungkapkan hal itu dalam Seminar Nasional Pra-Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Sabtu lalu.

Memaparkan materi dalam seminar tersebut, Hilman mendorong agar perlunya Muhammadiyah menggagas filantropi preneurship (kewirausahaan sosial), yaitu wirausaha yang menjalanankan fungsi filantopi.

Hilman menyambut positif bahwa Muhammadiyah melalui Seminar Pra-Muktamar kemudian mengangkat tema Kemandirian Ekonomi Berbasis Filantropi. Banyak pegiat zakat di Lazismu sudah tidak ragu lagi dengan adanya filantropi berbasis usaha.
Bahkan, Ketua Dewan Syariah Lazismu, Hamim Ilyas sudah setuju Lazismu hadir untuk pemberdayaan ekonomi dan didukung oleh badan usaha yang kuat.

Peluang Muhammadiyah menggagas filantropi enterpeneurship ini kata Hilman juga didukung dengan adanya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2003 yang membolehkan dana zakat untuk istitmar (investasi).

“Tentu filantropi enterpeneurship ini harus menawarkan bagaimana formulasinya karena itu penting. Jangan sampai masyarakat mengetahui tanpa adanya formulasi jelas dan konsep yang tertata,” jelas Hilman.

Formulasi itu jelas Hilman pada akhirnya adalah wujud dari sinergitas dari unsur dan lembaga di Muhammadiyah. Misalnya untuk masalah ekonomi Muhammadiyah sudah mempunyai Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK), untuk pemberdayaan sudah ada Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan untuk membantu kelompok sosial dan tertentu ada Majelis Pelayanan Sosial (MPS).

“Saya kira filantropi enterpenurship ini bisa kedepan dikembangkan, karena Muhammadiyah sudah memiliki aktor-aktor pendukungnya,” tutur Hilman.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Mar 2020 13:15 WIB

Ada Imbauan Tinggal di Rumah, Toko Bangunan Dibobol Maling

Kriminalitas

Maling menjebol atap asbes bangunan, dan menggasak sejumlah uang

31 Mar 2020 13:00 WIB

Pengamat: Lockdown Lokal Bisa Jadi Ancaman Berbangsa Bernegara

Nasional

Masyarakat di akar rumput banyak yang salah menyikapi ancaman corona

31 Mar 2020 12:50 WIB

WNI Baru Datang dari Luar Negeri, Langsung Berstatus ODP

Nasional

WNI yang baru kembali dari luar negeri langsung berstatus ODP.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.