Acara cangkruk bareng milenial Tim Pemenangan Machfud Arifin. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

PILKADA SURABAYA 2020Gaet Milenial, Tim Kampanye MA Ingin Pemuda Melek Politik

05 Aug 2020 13:46

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Tim kampanye Bakal Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin terus berusaha untuk menggaet dan merangkul anak-anak muda di Kota Surabaya untuk bisa berpartisipasi dalam politik, utamanya di Pilwali 2020 mendatang.

Salah satunya dengan mengajak anak muda Surabaya dalam pembangunan kota ke depan jika Machfud Arifin terpilih sebagai Walikota Surabaya. Hal itu diungkapkan oleh tim kampanye Machfud Arifin dalam acara cangkruk bareng milenial pada Selasa, 4 Agustus 2020 malam.

Dalam acara tersebut, hadir dua politisi muda yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Surabaya, yakni Juliana Evawati dan juga Arif Fathoni. Keduanya merupakan salah satu anggota DPRD muda di Yos Sudarso. Bahkan di usianya yang terbilang muda, Toni sudah didapuk sebagai Ketua DPD Golkar Kota Surabaya.

Penggagas acara Juliana Evawati alias Jeje melihat birokrasi di Surabaya sulit menerima inovasi anak muda. Ia berharap dengan diadakannya cangkruk bareng milenial, mereka bisa memiliki keyakinan bahwa anak muda tidak akan dipinggirkan oleh pemerintah jika Machfud Arifin menjadi walikota.

"Mereka mengeluh kenapa sih Surabaya sulit menerima inovasi anak muda. Tentunya Pak Machfud sangat mendukung acara ini, beliau ingin dekat dengan anak muda. Beliau mendukung inovasi anak muda di Surabaya. Nantinya akan ada program khusus untuk anak muda di Surabaya," katanya.

Ia mengatakan, jika Machfud Arifin diberi amanah untuk memimpin Kota surabaya. Maka pihaknya akan memberikan atensi khusus dan fasilitas kepada pemuda, agar Surabaya  bisa maju menyaingi Jakarta. Selain itu Jeje mengatakan bahwa pemuda adalah faktor penting dalam pembangunan sebuah kota.

"Ke depan pemerintah harus bisa memberi atensi dengan memfasilitasi mereka, terutama infrastrukrur. Ruang untuk mereka selama ini terbatas. Pemuda itu tonggak sejarah, jadi harus diberi ruang untuk membentuk sejarah dan ikut membangun kotanya," kata Jeje.

Sementara itu, Arif Fathoni mengatakan hal yang sama. Ia heran hingga saat ini belum ada atensi khusus dari Pemkot Surabaya terkait pemuda. Padahal mereka adalah generasi penerus.

Alasan inilah yang membuat para pemuda bingung terkait masa depan kotanya dan dirinya. Itulah kenapa, kini para pemuda mulai mencari sosok alternatif yang bisa membantu mengembangkan bakat dan usaha yang mereka punya.

"Saya melihat antusiasme tinggi mereka terhadap kepemimpinan alternatif setelah sekian lama dipimpin oleh Bu Tri Rismaharini. Pak Machfud Arifin adalah jawaban bagi mereka," kata Toni.

Selain itu, Toni menilai dengan ramainya acara Cangkruk Bareng Milenial kali ini adalah bukti bahwa para pemuda Surabaya ingin turut andil dalam pembangunan kota. Ini bukti bahwa anak muda bukan lagi tak peduli politik.

"Kita memang ingin mereka melek politik. Tapi hari ini membuktikan bahwa milenial sudah tidak lagi apolitis karena mereka sudah mau berdiskusi soal politik. Mudah-mudahan keinginan mereka bisa disempurnakan oleh pak Machfud Arifin dalam periode mendatang," katanya.