Polda Jatim beserta Polda Metro Jaya gelar perkara kasus home industri ganja sintetis di Surabaya, Jumat, 7 Februari 2020. (Foto: Andhi/ngopibareng.id)

Home Industri Ganja Sintetis di Surabaya Digrebek

Surabaya 07 February 2020 17:03 WIB

Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Direktorat Narkoba Polda Jawa Timur menggrebek pabrik pembuatan ganja sintetis di sebuah apartemen kawasan Siwalankerto Timur, Surabaya.

Dari penggrebekan yang dilakukan Jumat, 7 Februari 2020 siang ini enam orang diamankan, diantaranya 2 perempuan dan 4 laki-laki.

"Yang ditangkap empat orang laki-laki,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim AKBP Nasriadi, Jumat, 7 Februari 2020.

Orang yang ditangkap itu adalah ARN, laki-laki, 29 tahun, warga Sidoarjo berperan sebagai pembuat; MNH, laki-laki, 30 tahun, warga Sidoarjo yang berperan sebagai pengemas ganja sintetis.

Kemudian, RTF, laki-laki, 19 tahun, warga Surabaya berperan sebagai tukang kemas/bungkus; dan WA, laki-laki, 26 tahun, warga Sidoarjo berperan sebagai tukang kemas/pembungkus.

Mereka ditangkap di apartemen kamar nomor 1006 lantai 10 yang juga sebagai tempat pembuatan ganja sintetis. Di kamar tersebut terdapat dua kamar tidur dan satu kamar mandi serta dapur.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya sebuah mesin pembuatan ganja sintetis, timbangan, dan sejumlah zat kimia.

Ada juga sekitar 4,8 kg ganja sintetis yang siap jual yang dikemas dalam kemasan sachet kopi yang siap untuk dijual, berhasil disita dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Ganja sintetis ini lebih berbahaya, karena dalam kandungan ganja sintetis ini terdapat bahan-bahan seperti alkohol 80 persen dan zat esensial lainnya seperti zat perasa seperti coklat dan strawberry," kata Nasriadi.

Ditambahkan Nasriadi, ganja sintetis ini jual dengan harga yang bervariasi. Kemasan 100 gram dijual seharga Rp2 juta, 25 gram dijual Rp600 ribu dan kemasan paling kecil dijual Rp400 ribu.

"Jadi ganja ini dipasarkan ke seluruh Indonesia menggunakan media sosial. Pasar terbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi," kata Nasriadi

Kata Nasriadi, pengungkapan pabrik ganja sintetis ini merupakan pengembangan kasus dari penangkapan 7 orang kurir ganja sintetis di Jakarta.

"Dari penangkapan diamankan 25 kg ganja sintetis akan dijual dalam bentuk sachet seperti kopi. Kemudian dari keterangan mereka diperoleh informasi pembuat ganja sintetis ada di Surabaya," katanya.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 15:15 WIB

Kantongi Rekom dari Luar Partai, Gus Yani: Saya Masih Kader PKB

Pilkada

Usung perubahan untuk Gresik.

11 Aug 2020 15:03 WIB

Siswi SMP Olah Kulit Pisang Jadi Nugget dan Pupuk Cair

Teknologi dan Inovasi

Masih muda tapi sudah berprestasi

11 Aug 2020 14:57 WIB

Ini Deretan Pemain Top yang Menjadi Korban Zidane

Liga Spanyol

Terbaru, Gareth Bale dipastikan dicoret dari daftar pemain Madrid

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...