Freddie Mercury itu Rhoma Irama di Musik nDangdut

13 Dec 2018 15:15 Arif Afandi

Sejak Film Bohemian Rhapsody ditayangkan, saya kembali menyukai lagu-lagu Queen. Di rumah, di mobil dalam perjalanan, maupun dalam setiap waktu luang selalu memutar lagu band Inggris legendaris ini.

Tak bosan-bosan. Apalagi mendengarkan dua lagu slow rock yang dinyanyikan Freddie Mercury dengan sepenuh hati. Dua lagu itu adalah Who Wants to Live Forever dan The Show Must Go On.

Bagi saya, lagu masterpiece Queen bukanlah Bohemian Rhapsody, We Will Rock You, dan We Are the Champions. Lagu-lagu yang disebut terakhir itu hanya sangat populer.

Tapi dua lagu yang liriknya dibikin gitaris Queen Brian May bersama Freddie itu mampu menyentuh kalbu karena dinyanyikan dengan penuh perasaan oleh vokalis berdarah Persia itu. Brian yang menciptakan liriknya, Freddie memberi nyawa saat melagukannya.

Ketika saya bergaul dengan para seniman Jogja, ada pelajaran penting dari musisi Djadug Ferianto. Ia bilang sebuah karya akan menjadi legenda bila dibikin dengan "ngeng". Ini adalah ungkapan untuk sepenuh hati dalam bahasa Jawa.

Hampir semua lagu Queen sebetulnya tidak hanya diciptakan untuk sebuah pertunjukan. Juga bukan hanya sekadar merekam untuk disukai para penggemarnya. Mereka memberi ruh dengan berbagai pesan dan mengemas dengan sengaja menciptakan gegap dalam berbagai konsernya.

Ketika menciptakan lagu We Will Rock You, misalnya. Mereka membayangkan orang se stadion Wembly di London bersama-sama menghentakkan kaki sehingga menimbulkan goncangan bumi. Dan itu berhasil menjadi kenyataan.

Sejumlah grup band bergenre musik rock lahir di Inggris. Selain Queen, ada Pink Floyd, Rolling Stone, Beatles, Genesis, dan masih banyak grup band baru. Masih banyak musisi solo dari negeri ini. Namun, yang paling banyak melahirkan grup band.

Hampir semua grup band mampu melegenda karena keutuhan timnya. Bahwa Freddie tampil menjadi ikon Queen yang lebih menonjol dari lainnya karena ia vokalis dan kehidupannya kontroversial, khususnya menyangkut perilaku seksnya.

Namun, di balik kehebatan Freddie ada Brian May, John Deacon (bass guitar), dan Roger Medoy Taylor (drum). Masing-masing personel Queen ini memberi sumbangan besar bagi melegendanya Queen sebagai grup band yang berhasil memecahkan rekor penonton konser musik pada zamannya.

Perjalanan perkawanan antar anggota band di Queen juga menarik. Semula mereka (May, Deacon, dan Taylor) adalah grup band kampus Smile yang bermain di bar-bar London. Freddie datang belakangan setelah grup Smile kehilangan vokalisnya yang mundur untuk fokus menyelesaikan studinya.

Kahadiran Freddie yang ambisius dalam bermusik membawa grup ini melejit. Juga memberi warna baru genre musik rock zaman itu. Mereka adalah kelompok musisi idealis yang tak bisa didekte industri musik. Dari soal durasi musik sampai dengan liriknya yang berwarna baru.

Ketika durasi lagu umumnya maksimal 3 menit, ia memperkenalkan lagu-lagu dengan durasi sampai 6 menit, bahkan lebih. Queen juga berhasil menghadirkan warna baru musik yang menggabungkan antara genre musik rock dan heavy metal dengan opera.

Freddie yang bernama asli Farrokh Bulsara mewarnai dalam seni pertunjukan musik dengan vokal dan berbagai tingkah panggungnya. Farrokh...eh Freddie sendiri tidak hanya kuat dalam vokal, tapi ia juga menguasi piano dan gitar.

Kematiannya setelah diketahui terjangkit AIDS tidak mematikan kebesaran Queen dan nama Freddie. Ia menjadi melegenda. Kisah hidupnya menjadi semakin menarik sampai kemudian lahir film Bohemian Rhapsody yang baru saja menjadi box office.

The Freddie Mercury Tribute Concert for AIDS yang digelar di Stadion Wembly London, 1992, menjadi bukti kebesaran dan kekhasan vokal Freddie. Sejumlah musisi hebat dan mendunia ikut ambil bagian di konser tersebut. Mulai dari Elton John, David Bowie, Ariana Grande, dan masih banyak lagi grup band papan atas.

Namun, dari konser itu terlihat tidak banyak musisi yang bisa mengimbangi kekuatan vokal Freddie yang bisa sampai dengan 4 oktaf. Juga tidak semua bisa menirukan cengkok lagu-lagu Freddie atau Queen secara pas.

Rasanya, dalam jagad musik ndangdut, kekhasan dan kekuatan vokal Freddie ini bisa disamakan dengan raja Dangdut Rhoma Irama. Tentu bukan dalam hal jenis musik dan kekuatannya. Tapi dalam kekhasan vokal dan kemampuan mengolah cengkoknya.

By the way, kapan ya muncul lagi seorang musisi hebat dunia seperti Freddie dan penyanyi ndangdut yang layak menyandang sebutan Raja di jaman sekarang? (Arif Afandi)

Reporter/Penulis : Arif Afandi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini