Karpet di masjid tertulis 'Shaf Khusus Direksi, Komisaris & Kementerian BUMN'. (Foto: Twitter @AREAJULID)
Karpet di masjid tertulis 'Shaf Khusus Direksi, Komisaris & Kementerian BUMN'. (Foto: Twitter @AREAJULID)

Foto 'Kavling' Saf Salat di Kementerian BUMN Hoaks

Ngopibareng.id Nasional 30 November 2019 05:46 WIB

Beredar foto yang viral di media sosial yang menunjukkan saf-saf salat yang sudah ditandai berdasarkan jabatan-jabatan tertentu. Foto itu disebut-disebut berada di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Foto tersebut menampakkan sajadah masjid warna merah ditempeli kertas bertuliskan jabatan-jabatan di Kementerian BUMN. Tertulis 'Shaf Khusus Direksi, Komisaris & Kementerian BUMN'.

Salah satu akun yang mengunggah foto itu adalah @AREAJULID. Akun tersebut juga ikut mencantumkan caption yang memberi keterangan foto sajadah yang bertuliskan jajaran pejabat di Kementerian BUMN.

Beberapa netizen mengomentari kavling saf salat tersebut karena tidak sesuai ajaran Islam.

Akun @heinnana menyebut saf khusus untuk pejabat bukan ajaran agama. Dia menilai semua manusia sama di mata Allah.

"Yang bikin gituan suruh perbanyak belajar agama lagi sana, semua manusia itu di mata Allah sama aja. Bukan berdasar jabatan!" tulis @heinnana.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga memastikan foto tersebut tidak benar. Arya menyebut foto yang beredar di media sosial adalah hoax.

"Yang pasti, itu bukan di masjid Kementerian BUMN. Sehingga dari gambarnya bisa dilihat bahwa memang itu adalah gambar hoaks," tutur Arya.

Ia menegaskan foto tersebut bukan diambil di lingkungan Kementerian BUMN. Menurut Arya, struktur tembok dan karpet tersebut berbeda dengan masjid di Kementerian BUMN.

"Jadi bukan di Kementerian BUMN, ya," tuturnya.

Ketika ditanya apakah saf yang dikaveling itu bisa saja berada di BUMN lain, Arya mengatakan tidak tahu.

"Karena jumlah BUMN ada banyak sekali. Yang bisa kami pastikan, masjid yang dikaveling seperti itu tidak ada di Kementerian BUMN," imbuhnya.

Arya berharap masyarakat dapat berhati-hati dengan kabar miring seperti itu. Pasalnya selain foto itu sebagai fitnah, informasi seperti itu dapat memecah belah masyarakat Indonesia.

"Jangan memecah belah dengan fitnah seperti itu. Apalagi menggunakan nama agama. Sangat sensitif," kata Arya.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Sep 2020 18:32 WIB

Ahok Mengkritik Pertamina, Ganti Kementerian BUMN Kritik Ahok

Ekonomi dan Bisnis

Ahok sebagai Komut mengkritik PT Pertamina, ini kritik BUMN kepada Ahok.

01 Jul 2020 17:25 WIB

Erick Thohir Ganti Logo Kementerian BUMN

Ekonomi dan Bisnis

Logo baru kementerian itu menunjukkan semangat baru di lingkungan BUMN.

17 May 2020 17:50 WIB

Sikap BUMN Soal Pegawai Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Berkantor

Nasional

Menteri BUMN mengeluarkan surat edaran.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...