Forum Lintas Agama dalam konferensi pers, Rabu, 16 Mei 2018 di Media Center Polda Jatim mengapresiasi kinerja polisi yang mengungkap jaringan teroris paska ledakan bom yang ada 5 titik di Surabaya dan Sidoarjo. (Foto: Haris/Ngopibareng.id)

Forum Lintas Agama Apresiasi Kinerja Polisi Ungkap Jaringan Teroris di Surabaya dan Sidoarjo

16 May 2018 15:29

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Forum Lintas Agama mengapresiasi kinerja polisi yang telah berhasil menuntaskan kasus bom yang menimpa Surabaya dan Sidoarjo.

Ketua Forum Lintas agama, Maschan Moesa dalam konferensi persnya, Rabu, 16 Mei 2018 mengatakan kinerja polisi dalam menangani teroris kali ini cukup sigap.

"Karena kami forum lintas agama sangat mengapresiasi kinerja polisi yang dengan sigap dan cepat berhasil mengungkap dan menangkap terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo," katanya di Mapolda Jatim.

Sebelumnya, kata Ali Maschan, Forum Lintas Agama bertemu dengan Kapolda Jatim untuk menyampaikan beberapa klarifikasi. Hal ini berkaitan dengan beredar informasi yang simpang siur di terimanya.

"Kita percaya kepada polisi mampu menjaga keamanan di Jawa Timur. Tadi kita sudah sepakat dengan Kapolda, bahwa mulai saat ini akan meningkatkan penjagaan terhadap rumah ibadah," katanya.

Forum Lintas Agama juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi atas isu-isu yang berkembang.

"Ini beredar informasi dan persepsi yang salah di masyarakat bahwa celana cingkrang identik dengan teroris. Padahal tidak gampang mengidentifikasi mereka teroris atau bukan. Karena itu kami mengimbau pada masyarakat untuk tidak bermain hakim sendiri," ujar mantan ketua PWNU Jatim. 

Sementara Ketua Badan Musyawarah Gereja Seluruh Indonesia Agus Susanto, akibat bom yang meledak di tiga gereja itu ada trauma sosial yang ada pada para jemaat. "Karena kami meminta formulasi penanganan dan pengamanan di gereja-gereja," katanya.

Di internal, lanjut Agus, sebagai tokoh agama tentu ada identifikasi yang harus ditingkatkan. "Kami juga minta supaya ujaran kebencian dihentikan supaya tidak terus menjadi teroris," katanya.

Disamping itu Agus juga mengimbau kepada jemaat gereja untuk tidak takut datang ke gereja. "Kondisi secara internal saat ini masih trauma, karena saya berharap trauma berakhir dan para jemaat mulai lagi melakukan aktivitas di gereja. Tidak usah takut datang ke gereja, gereja sudah aman," katanya. (hrs)