Crosshijaber. (Foto: Istimewa)

Fenomena Crosshijaber, Ini Sebenarnya yang Terjadi

Nasional 16 October 2019 16:25 WIB

Psikolog klinis yang praktik di Rumah Sakit Fatmawati Widya Shintia Sari, M.Psi mengatakan munculnya fenomena "crosshijaber" dapat mengarah pada gangguan psikologis, namun untuk memastikannya perlu pemeriksaan.

"Pelaku memang mengalami ketidaknyamanan atas identitas seksualnya, dan lebih feel comfort kalau mengadopsi ciri gender yang berlawanan," kata Widya seperti dikutip dari Antaram, Rabu 16 Oktober 2019.

Komunitas "crosshijaber" adalah kumpulan para pria yang bisa dianggap memiliki kelainan yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadarnya.

Menurut Widya, ada sejumlah faktor psikologis yang bisa berpotensi menyebabkan munculnya "crosshijaber" yakni masa lalu yang traumatis.

Pelaku juga bisa menjadi "crosshijaber" karena memiliki pengalaman akan akibat dari ketidakseimbangan peran gender yang membuat pelaku crosshijaber tidak nyaman mengadopsi karakteristik gender yang sejalan dengan jenis kelaminnya.

Widya juga mengatakan perlu diperiksa jika pelaku "crosshijabers" memiliki riwayat diagnosis gangguan psikologis terdahulu.

Sebelumnya, baru-baru ini media sosial di Indonesia dihebohkan dengan adanya komunitas "crosshijaber", yakni kumpulan para pria yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadarnya.

Para crosshijaber tersebut bahkan memiliki komunitas di sejumlah media sosial seperti Facebook dan Instagram, bahkan mereka seolah ingin mengukuhkan keberadaannya dengan membuat tanda pagar crosshijaber meski kini banyak unggahan yang dihapus. 

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Jul 2020 14:50 WIB

Predator Gentayangan, Psikolog Jabarkan Fetish Jarik

Kesehatan

Kata Psikolog tentang fetish aneh yang ditunjukan G.

14 Apr 2020 10:12 WIB

WFH Beban Psikologis Lebih Berat dari Kerja Fisik

Human Interest

Sejumlah karyawan mengaku mulai jenuh.

05 Mar 2020 14:53 WIB

Corona, Psikolog: Ketidaktahuan Bikin Masyarakat Panic Buying

Kesehatan

Masyarakat seharusnya tidak perlu panik asal tahu cara pencegahannya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...