Fasilitas Umum yang Rusak Saat Rusuh Segera Diperbaiki PUPR

03 Sep 2019 13:04 Timur Indonesia

Pemerintah segera memperbaiki bangunan dan fasilitas umum yang rusak dalam demonstrasi yang diwarnai kerusuhan di Jayapura pada 29 Agustus 2019.

"Sudah kami identifikasi, mudah-mudahan tidak terlalu berat untuk segera diperbaiki," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Jayapura, Selasa.

"Perbaikan ini untuk kantor-kantor, rumah toko, hingga rumah warga," ia menambahkan.

Menurut Basuki, pembersihan dan perbaikan fasilitas umum yang rusak akan dimulai Selasa di Waena, Pelabuhan Jayapura, serta tempat lain yang fasilitas umumnya menjadi sasaran massa dalam unjuk rasa akhir Agustus lalu.

"Kami sudah berkoordinasi juga dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan perumahan dan ruko yang bentuknya stimulan atau bantuan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah belum memiliki data terperinci mengenai jumlah bangunan dan fasilitas umum yang rusak.

Pada Kamis 29 Agustus siang massa berdemonstrasi di Jayapura untuk menentang tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua. Demonstrasi itu diwarnai dengan aksi pelemparan batu, perusakan, dan pembakaran.

Menurut data Kepolisian Daerah Papua, kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi itu antara lain menyebabkan kerusakan kantor pemerintah, kantor bank, kantor perusahaan, rumah makan, toko, kios, kendaraan warga, mal, dealer mobil, dan anjungan tunai mandiri.

Fasilitas yang rusak antara lain Kantor Sidang Majelis Rakyat Papua, Kantor Lembaga Pemberdayaan Keagamaan Papua, Pengadilan Tinggi Agama Kota Jayapura, Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kantor DPRD Kota Jayapura, Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Papua, dan Kantor Bersama Samsat Jayapura.

Sebelumnya, warga di Kota Jayapura dan sekitarnya diimbau untuk segera melaporkan kerusakan dari dampak aksi demo tolak rasisme yang berujung anarkis pada Kamis 29 Agustus lalu ke SPKT Polda Papua.

"Polda Papua telah mendata kerusakan material bangunan gedung, kantor, kios dan kendaraan pasca aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi pada Kamis pekan kemarin, tetapi itu hanya bagian yang nampak luar saja. Sehingga kami imbau untuk warga agar datang melaporkan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Selasa.

Hal ini, kata dia, bertujuan agar mempermudah proses penyidikan aksi anarkis yang dilakukan oleh massa aksi demo.

"Kepada bapak dan ibu yang menjadi korban pascakejadian tersebut untuk dapat melaporkan ke SPKT Polda Papua," katanya.

Terkait hal tersebut, kata dia, Polda Papua telah menetapkan 28 tersangka pengerusakan dan pembakaran fasilitas umum, fasilitas pemerintah dan fasilitas pribadi mulai dari Distrik Abepura hingga Distrik Jayapura Utara.

Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini