Fadli Zon Sebut Rutan Medaeng Lebih Buruk Ketimbang Kamp Nazi

20 Feb 2019 23:30 Hukum

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengklaim bahwa Kamp Konsentrasi Nazi Auschwitz, masih lebih baik ketimbang rutan Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hal itu ia sampaikan setelah lebih dua jam mengunjungi ke Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 20 Februari 2019, malam.

"Menurut saya ini (Rutan Medaeng) kurang manusiawi. Saya pernah ke kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz sampai sekarang masih ada. Ada tempat tidur. Masih seperti apa adanya dan kondisi masih baik," kata Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, di Rutan Medaeng, kondisi seluruh sel diisi tahanan yang over capacity, hingga 500 persen, dari kapasitas yang semestinya.

"Ini over capacity. Harusnya cuma untuk 550 orang, tapi diisi sekitar 2.779 tahanan. Jadi ini luar biasa. Ini juga di mana-mana ya," kata Fadli.

Fadli mengungkapkan, di Rutan Medaeng, untuk sekadar beristirahat saja, sejumlah tahanan harus bergantian. Ini sudah tidak manusiawi.

"Yang jelas, banyak yang tidak bisa tidur. Tidur saja harus shif-shiftan. Kebanyakan tidurnya harus gantian. Jadi gitulah, (kayak) ikan pindang. Menurut saya tidak boleh seperti ini. Tidak manusiawi," katanya.

Ia mengatakan, kondisi ini hampir serupa dengan sejumlah rutan lain di beberapa daerah, yang pernah dikunjungi. Prasarana yang tidak manusiawi karena jumlah tahanan melebihi kapasitas.

Fadli juga menyoroti jumlah tahanan narkoba yang menumpuk banyak ketimbang tahanan kasus lain. Lalu juga soal jumlah petugas yang terbilang tak seimbang dengan banyaknya tahanan rutan. Ia menyebut ketimpangannya bahkan mencapai satu petugas banding dengan 120 tahanan.

"Dari kasus narkoba 1700-an selebihnya pidana umum. Petugas juga relatif tidak terlalu banyak dibanding dengan jumlah tahanan. Rasionya 1 banding 120-an," katanya.

Fadli tiba di Rutan Medaeng sejak pukul 18.22 WIB hingga 20.50 WIB. Ia mengaku hanya sepintas saja bertemu dengan Dhani.

"Sebentar saja melihat kamarnya (sel) juga. Ya, padat sekali. Kalau tidak salah belasan orang," kata Fadli, menceritakan keadaan sel yang dihuni pentolan Gerakan #2019GantiPresiden tersebut. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini