Erros Djarot: Pakde Karwo itu Kader Banteng, Banteng Asli Pula!

25 Jun 2018 17:38 Politik

Erros Djarot, budayawan sekaligus politikus, adalah seorang nasionalis dan Soekarnois. Dia adalah tokoh GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), yang tentu saja akrab dengan tokoh Soekarnois lain, antara lain Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Alumni GMNI Soekarwo yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Berikut adalah wawancara Ngopibareng.id dengan Erros Djarot mengenai sikap politik Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.

Tanya (T) : Sampai hari ini Anda masih yakin pakde Karwo mendukung pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti?

Jawab (J) : Pakde Karwo itu kader Banteng. Banteng asli pula! Nah mbak Puti itu cucunya Pemimpin Besarnya Kaum Banteng. Gak mungkin Pakde berani khianat!

T : Tapi baru saja Pakde Karwo membuat seruan kepada seluruh warga Jawa Timur untuk memilih pasangan Khofifah dan Emil Dardak, ini kan bertolak belakang sama yg Anda katakan?

J : Coba diteliti, tu pernyataan Pakde Karwo sebagai pribadi atau Ketua DPD Demokrat?

T : Ya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Apa bedanya? Rakyat taunya ya Pakde Karwo!?

J : Makanya saya wajib ngasih pencerahan buat rakyat di Jawa Timur. Pakde Karwo buat pernyataan seperti itu saya curiga pasti atas tekanan SBY, boss Partai Demokrat di Pusat. Pakde lakukan itu hanya sebatas layanan psikologis saja. Yang penting kan manuver di lapangan. Di lapangan ya nggak begitu. Saya rasa Pakde tau, memenangkan Khofifah-Dardak, itu gak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat Jawa Timur dalam konsep pembangunan Jawa Timur yang ada dalam benak Pakde Karwo. Dukungan dan dorongan partainya dari pusat, lebih untuk kepentingan melancarkan dan melebarkan wilayah dukungan kepada AHY untuk maju di Pilpres di tahun 2024. Sepenuhnya lebih untuk memenuhi ambisi SBY. Saya rasa, Pakde tahu betul hal itu.

T : Koq Anda begitu yakin?

J : Dalam politik jangan merasa cukup melihat hanya dengan mata telanjang. Harus pakai kacamata politik. Pakde Karwo itu sdh pernah ketemu Puti dan Mas Basarah di Istana Bogor. Saya pun sudah  pernah empat mata dengan Pakde. Saya tahu apa yang sudah Pakde lakukan untuk Gus Ipul dan Puti agar bisa menggantikan dirinya memimpin Jawa Timur. Pakde ya jauh lebih sreg Jawa Timur dipimpin Gus Ipul dan mbak Puti.

 

Budayawan sekaligus politisi Erros Djarot saat diwawancarafoto frdngobar
Budayawan sekaligus politisi Erros Djarot saat diwawancara.(foto: frd/ngobar)

T : Apa yang membuat Anda begitu yakin?

J : Ya Pakde itu kan banteng yang cerdas. Pakde nggak mau Jatim dipimpin oleh dorongan ambisi yang nggak karuan. Pakde kan pernah beberapa kali berhadapan dengan Khofifah, hafal lah keambisiusannya. Pakde juga tahu rakyat itu nggak suka sama tokoh yang ambisinya begitu kental dan sangat menonjol.

T : Bisa berikan gambaran?

J : Bayangkan, jabatan menteri yang begitu mulia dan lebih menjangkau cakupan kerja nasional membantu mensejahterakan rakyat, begitu saja ditinggalkan. Mas Emil Dardak yang masih muda, baru sebentar jadi Bupati sudah mau jadi Wagub, selanjutnya Gubernur. Orang timur bukan kayak orang barat. Nggak suka hal berbau ambisi yang kental dan begitu kuat...mengko ghek-ghek...wes lah luwih becik ora wae! Orang Jawa itu begitu itu...

T : Kalo boleh tau apa yang Pakde katakan kepada Anda soal sikapnya yang justru mendukung Gus Ipul dan mbak Puti?

J : Hehe...itu rahasia dooonk! Begini deh, Pakde dan saya yakin, rakyat Jawa Timur itu nggak bodoh. Mereka nggak mau lah dimanfaatkan untuk memenuhi ambisi-ambisi pribadi pemimpin yang nggak pas buat memimpin Jawa Timur. Pakde perlu kelanjutan memperjuangkan apa yang sudah Pakde Karwo dan Gus Ipul rintis. Ya untuk itu hanya Gus Ipul yang Pakde percaya! Masa tetangga yang lain? Pasti yang sudah sepuluh tahun satu rumah lah..!

T : Anda yakin rakyat akan lebih memilih Gus Ipul-Puti?

J : Yang saya yakin rakyat Jawa Timur itu nggak bodoh! Mengapa harus sangsi? (ras)

Penulis : Farid Rahman


Bagikan artikel ini