Museum Hagia Sophia (Ayasofya), Situs Warisan Dunia UNESCO, yang sebelumnya merupakan katedral Bizantium sebelum dikonversi menjadi masjid yang saat ini menjadi museum, di Istanbul, Turki. (Foto: the short history of turkey)

Erdogan dan Museum Hagia Sophia, Riwayatmu Kini

Khazanah 04 July 2020 09:14 WIB

Hagia Sophia berarti “Kearifan Suci“ dalam bahasa Yunani. Ia dibangun kekaisaran Byzantium sebagai gereja terbesar di dunia pada saat itu.

Statusnya diubah Utsmaniyah menjadi masjid usai pendudukan Konstantinopel. Kemudian menjadi museum atas desakan Mustafa Kemal Ataturk pada 1935.

Pada 2019, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan “adalah sebuah kesalahan besar mengubah Hagia Sophia menjadi museum”.

Media-media di Turki melaporkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin mempertahankan Hagia Sophia sebagai objek wisata seperti Masjid Biru di dekatnya, namun juga membukanya untuk tempat ibadah umat Islam. Tokoh-tokoh Kristen menentangnya.

Patriark Gereja Ortodoks Konstantinopel Sahag II Mashialan mengusulkan supaya umat Islam dan Kristen diberi kesempatan yang sama beribadah di sana.

"Mari kita jadikan ini sebagai simbol perdamaian bagi kemanusiaan," tulisnya di Twitter.

Berbeda dengan pihak oposisi yang ingin mempertahankan status museum, Mashialan menilai doa dan salat lebih cocok untuk Hagia Sophia ketimbang para turis yang berlarian membidik foto.

Museum Hagia Sophia Ayasofya Situs Warisan Dunia UNESCO yang sebelumnya merupakan katedral Bizantium sebelum dikonversi menjadi masjid yang saat ini menjadi museum di Istanbul Turki Foto the short history of turkeyMuseum Hagia Sophia (Ayasofya), Situs Warisan Dunia UNESCO, yang sebelumnya merupakan katedral Bizantium sebelum dikonversi menjadi masjid yang saat ini menjadi museum, di Istanbul, Turki. (Foto: the short history of turkey)

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partainya Erdogan, mengampanyekan usaha mereka untuk menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid awal Mei lalu.

Kontroversi menghangat sewaktu pemerintah Turki mengizinkan Al-Quran dikumandangkan di dalam Hagia Sophia untuk memperingati pendudukan Konstantinopel oleh tentara Utsmaniyah, 567 tahun lalu.

Kini, ikhtiar untuk mengubah kembali Hagia Sophia menjadi masjid, sedang dilakukan. Pengadilan administratif tertinggi Turki, Kamis 2 Juli 2020, mulai mempertimbangkan permohonan untuk mengubah museum ikonik Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Pengadilan yang dikenal sebagai Dewan Negara Turki itu mendengarkan sejumlah argumentasi yang diajukan tim pengacara untuk sebuah kelompok yang ingin mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Kelompok itu mendesak agar pengadilan itu membatalkan keputusan Dewan Menteri tahun 1934 yang mengubah bangunan bersejarah itu menjadi museum.

Menurut televisi HaberTurk, dewan itu juga akan mendengarkan argumentasi dari kelompok-kelompok yang menentang permohonan tersebut. Keputusan terkait nasib Hagia Sophia baru akan diketahui dua pekan lagi.

Museum yang awalnya dibangun sebagai gereja sebelum akhirnya diubah menjadi masjid pada Kesultanan Utsmaniyah itu kini menjadi tema panas yang menyeruak di tengah pergulatan antara kelompok konservatif dan pegiat toleransi di Turki.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 13:20 WIB

Ponorogo Gelar Balap Sepeda saat Pandemi Covid-19

Jawa Timur

Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020 digelar, Minggu 9 Agustus 2020.

09 Aug 2020 12:46 WIB

Lakon Sabdo Pandito Rakjat Berkisah Tentang Dalang Ki Nartosabdo

Hiburan

Sore ini bisa disaksikan secara streaming di Youtube.

09 Aug 2020 12:20 WIB

Video Latihan Anggota Paskibra yang hanya Berjumlah 8 Orang

Nasional

Paskibraka tak menyangka bisa dua kali bertugas gara-gara corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...