Panglima TNi saat mengajukan pertanyaan kepada Enzo.  (Foto: tniad.mil.id)
Panglima TNi saat mengajukan pertanyaan kepada Enzo. (Foto: tniad.mil.id)

Enzo Bule Blasteran Indonesia Perancis, Ternyata Sudah Yatim

Ngopibareng.id Nasional 06 August 2019 11:37 WIB

Selain fasih berbahasa Perancis, Enzo Zenz Allie (18) yang dinyatakan lulus menjadi Calon Taruna (Catar) Akmil itu, saat ditanya oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dirinya mengatakan ingin menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus.

Hal itu disampaikan Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto.

Dikatakan oleh Aspers Kasad, rangkaian kegiatan penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi TNI diakhiri dengan sidan Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir) terpusat yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi para Kepala Staf Angkatan.

“Jumat 2 Agustus 2019, dilaksanakan Sidang Pantukhir terhadap seluruh Calon Taruna dan Taruni Akademi TNI di Gedung Lily Rochli, Akmil, Magelang,” ujar Heri Wiranto.

Panglima TNi saat mengajukan pertanyaan kepada Enzo  Foto tniadmilidPanglima TNi saat mengajukan pertanyaan kepada Enzo. (Foto: tniad.mil.id)

Dari 634 orang itu, lanjut Heri Wiranto terdapat 608 Calon Taruna dan 26 Calon Taruni Akademi TNI.

“Tahun ini, sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan operasional, TNI AD tidak mengambil alokasi untuk Taruni Akmil,” tegas lulusan Akmil tahun 1989 ini.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka alokasi yang terpenuhi sejumlah 364 orang itu seluruhnya diperuntukkan bagi para Calon Taruna (Catar) Akmil.

“Selain penambahan alokasi Taruna Akmil menjadi 364 orang, juga terdapat Catar Akmil yang menarik perhatian Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan,” ungkapnya.

Enzo Zenz Allie berlatih psikologi dengan staf kodim Jakarta Barat   Foto tniadmilidEnzo Zenz Allie, berlatih psikologi dengan staf kodim Jakarta Barat. (Foto: tniad.mil.id)

“Yaitu, Enzo Zenz Allie, yang bersangkutan merupakan anak yatim yang memiliki kemauan keras untuk menjadi Taruna (Akmil),” tambah Heri Wiranto.

Enzo Zenz Allie Waktu TK di Ecole Saint Joseph pada acara carnaval di Cherbourg France menggunakan baju loreng motif TNI   Foto tniadmilidEnzo Zenz Allie, Waktu TK di Ecole Saint Joseph pada acara carnaval di Cherbourg France menggunakan baju loreng motif TNI. (Foto: tniad.mil.id)

Enzo yang terlahir dan menghabiskan masa kecilnya di Paris. Saat usia 13 tahun ia pindah ke Indonesia dan tinggal bersama ibunya.

“Sewaktu kecil ia ikut bersama ayahnya, Jeans Paul Francois Allie. Namun, setelah ayahnya meninggal, Enzo dibawa pulang oleh ibunya, dan melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Serang, Banten,” tambah Jenderal bintang dua ini.

Selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Ibu, kata Heri Wiranto, Enzo yang menempuh Sekolah Dasar di Perancis serta SMP dan SMA di Indonesia tersebut menguasai bahasa Perancis, dan bisa berbahasa Inggris serta saat seleksi Pantukhir lancar mengaji Al- Quran.

“Kemampuan bahasa memang tidak jadi persyaratan mutlak, namun menjadi nilai tambah bagi Catar dalam berkompetisi dengan yang lain. Termasuk Enzo, dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan Calon Prajurit Taruna (Capratar) karena nilai memenuhi syarat,” tegasnya.

Sementara itu, dihadapan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Enzo menyampaikan bahwa dirinya bercita-cita ingin menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus.

Saat ditemui Kapenhumas Akmil, Letkol Inf Zulnalendra, putra dari Siti Hajah Tilaria ini mengungkapkan dirinya bersyukur karena cita-citanya dari sejak kecil dapat tercapai.

‘’Saya merasa bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan saya sebagai Capratar. Terima kasih (Mama) yang telah mengurus saya selama ini, terima kasih banyak,’’ ujar Enzo.

’Saya tahu Akmil dari Ibu, ketika SMP, saya pindah ke Indonesia tahun 2014 untuk melanjutkan SMP, ’’ imbuhnya.

Secara terpisah, saat dihubungi melalui sambungan seluler, ibu kandung Enzo, Siti Hadiati Nahriah, mengatakan bahwa Enzo menjadi Yatim setelah bapaknya meninggal karena mengalami serangan jantung. Peristiwa itu, ketika kita masih tinggal di Voh, New Caledonia tahun 2012,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Enzo memiliki tiga orang saudara dan keberhasilan Enzo masuk menjadi taruna Akmil, menurut Siti Hadiati, itu merupakan rizki dan berkah dari Allah SWT.

“Menjadi prajurit TNI, merupakan cita-citanya semenjak kecil,” tegasnya

Minat Enzo menjadi prajurit TNI dan Kopassus, menurut Siti Hadiati, itu ditunjukkan Enzo ketika kecil senang menggunakan baju tentara dan saat HUT TNI di Serang, Enzo sangat senang berfoto dengan anggota Kopassus.

“Enzo memacu diri mewujudkan cita-citanya dengan cara mengejar prestasi, diantaranya menjadi juara kedua lomba lari jarak 50 meter di Popda dan juara 1 lari jarak 400 meter dan 800 meter di Kejurkab,” jelasnya.

“Kemudian selama persiapan seleksi Catar, selain berlatih dengan pelatihnya, Enzo juga banyak dibina oleh Pak Jatmiko (Letkol Arh Jatmiko Dandim O503/JB),” pungkasnya.

Direncanakan, pendidikan Candradimuka bagi para Capratar Akademi TNI yang lulus seleksi ini, akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus sampai 30 Oktober 2019 di Akmil dan dibuka langsung oleh Danjen Akademi TNI, Laksdya TNI Aan Kurniawan.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Oct 2020 14:24 WIB

Perwira Tinggi Polri Diduga Ada yang LGBT

Nasional

Kepala Divisi Humas Polri membenarkan.

16 Oct 2020 20:15 WIB

Yamaha Kesampingkan Lorenzo untuk Gantikan Rossi

MotoGP

Karena Lorenzo lama tak mengendarai sepeda motor MotoGP.

16 Oct 2020 18:34 WIB

Kelompok LGBT di Tubuh TNI, 7 Oknum Dipecat

Nasional

Sidang 7 prajurit TNI LGBT. Enam orang dipecat, 1 oknum banding.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...