Menteri Pertahanan dan Wakil Menhan lima anggota ASEAN bergandengan tangan usai menandatangani kesepakatan Our Eyes Inititative.

Enam Negara ASEAN Lawan Teroris

16 May 2018 05:50

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Dalam kasus serangkaian ledakan bom di 3 geraja Surabaya, Rusunawa Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya, Our Eyes Initiative memberikan data-data terkait identitas dan pergerakan alumni ISIS di Indonesia.

Indonesia memanfaatkan kerjasama pemberantasan terorisme di Asean lewat Our Eyes Initiative. Our Eyes merupakan strategi pemberantasan terorisme yang beranggotakan 6 negara, termasuk Indonesia.

“Tentara dan polisi sudah siap pasti. Tujuannya sekarang adalah polisi. Our Eyes, negara-negara lagi memberikan informasi kepada saya,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan Indonesia bersama dengan lima negara ASEAN, yakni Singapura, Brunai Darusalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina melakukan Our Eyes Initiative di bidang pertahanan. Kesepakatan tersebut ditanda tangani di Singapura.

Our Eyes terinspirasi dari konsep Five Eyes yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya dengan melibatkan kerja sama pertahanan, militer maupun jaringan intelijen secara terintegrasi.

Operasi ini untuk mengidentifiksi secara bersama pergerakan teroris di Asia Tenggara. “Kesepakatan enam negara dilakukan untuk kerja sama dalam menjaga ketahanan negara. Terutama dalam mengantisipasi serangan terorisme,” jelas Ryamizard.

Ia menjelaskan generasi teroris di Indonesia saat ini masuk ke generasi ketiga. Pertama teroris massa Al Qaeda, lalu ISIS, dan sekarang teroris peledakan bom yang merupakan alumni ISIS. “Mereka juga mengatakan Islamic State Malaysia Indonesia,” kata Menhan.

Ryamizard menjelaskan masing-masing negara mempunyai gembong teroris tersendiri. Mereka hasil doktrin dari ISIS.  

“Pimpinan ISIS di Suriah dan Kabul pesannya dari Abu Bakar al Baghdadi. Kalau di Filipina Abudar.

Kepala Bidang Pemberitaan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Kolonel Czi, Heru Prayitno mengatakan basis kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebetulnya sudah mulai melemah di Timur Tengah. Namun keberadaan ISIS tetap harus diwaspadai untuk mencegah dari perpindahan kelompok radikal tersebut ke negara di kawasan ASEAN. (*)