Empat Raksasa Umat Islam Harus Diperhatikan, Kata Gus Sholah

26 Jul 2019 07:45 Khazanah

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) menyambut baik pembuatan film Jejak Langkah Dua Ulama Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Dalam produksi karya seni audiovisual itu, melibatkan kerja sama antara Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pesantren Tebuireng.

“Saya menyambut baik kerja sama, memang perlu di buat film yang menampilkan dua tokoh ulama Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Kedua tokoh ini adalah dua diantara empat raksasa umat Islam pada zaman itu,”kata Gus Sholah, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Kamis 25 Juli 2019.

Menurut Gus Sholah, keempat tokoh yang dimaksud adalah selain Kiai Ahmad Dahlan, dan Kiai Hasyim Asy’ari adalah Umar Said Cokroaminoto dan Agus Salim. Mereka hidup semasa tak berbeda jauh usianya.

“Dengan memperkenalkan kedua tokoh melalui film, masyarakat bisa mengetahui lebih dalam dan lebih dekat dengan uswah hasanah mereka,"  kata Gus Sholah.

Langkah pembuatan film ini, kata Gus Sholah sebagai sarana belajar bagi para santri dengan keahliannya melalui Rumah Produksi Tebuireng setelah sebelumnya telah memproduksi dua film.

Kerja sama pembuatan film juga sekaligus sinergi kali kedua Muhammadiyah dan Pesantren Tebuireng setelah sebelumnya mendirikan SMA Trenasins Tebuireng atas kerja sama dengan Agus Purwanto, Anggota Majelis Tarjih PWM Jawa Timur yang sekaligus mejadi Dosen ITS Surabaya.

“Dengan kerja sama ini saya pikir kita bisa bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bagaimana perjuangan para tokoh, “kata Gus Sholah, yang mendampingi Haedar Nashir dalam konferensi pers di PP Muhammadiyah, Yogyakarta, 24 Juli lalu.

“Dengan memperkenalkan kedua tokoh melalui film, masyarakat bisa mengetahui lebih dalam dan lebih dekat dengan uswah hasanah mereka," kata Gus Sholah.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan pentingnya kaum muda memelajari sejarah, khususnya perjuangan para tokoh Islam dalam kontribusinya terhadap Indonesia.

“KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari adalah tokoh umat dan tokoh bangsa yang telah memberi teladan bahwa agama, khususnya Islam dalam konteks ini, hadir tidak ekslusif, namun juga untuk memajukan, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa dan umat,” ujar Haedar.

Tidak banyak orang peduli pada sejarah, dan juga mengulik sejarah, melalui film ini LSBO dan Ponpes Tebuireng menjadikan film ini sebagai jembatan bagi generasi baru untuk mengenal sejarah.

 

“Kita perlu memproyeksikan kedua tokoh ini baik bagi saudara kami di NU maupun di Muhammadiyah, tujuannya selain menampilkan pesan yang moderat, tasamuh dan damai, juga membawa pikiran kemajuan, dan komitmen untuk bangsa yang luar biasa,” jelas Haedar. (adi)