ilustrasi

Empat Pesan Syaikh Hasan Basri Ungkap Rahasia Zuhud

06 Aug 2020 07:07

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Dimensi terdalam rohani dalam Islam, di antaranya adalah sikap zuhud. Zuhud merupakan suatu sikap terpuji yang disukai Allah SWT, di mana seseorang lebih mengutamakan cinta akhirat.

Zuhud merupakan suatu sikap terpuji yang disukai Allah SWT, di mana seseorang lebih mengutamakan cinta akhirat dan tidak terlalu mementingkan urusan dunia atau harta kekayaan.

Zuhud merupakan salah satu akhlak dan sifat yang disukai oleh Allah SWT. Sifat tersebut juga diteladani oleh Nabi Sulaiman dan juga Nabi Muhammad SAW. Seperti apa penjelasannya?

Dalam buku Tasawuf Sosial KH MA Sahal Mahfudh karya Dr Jamal Ma'mur Asmani, menyebut: Nabi Sulaiman dan Nabi Muhammad SAW pernah melakukan kebaikan zuhud, yakni memberi makan makanan lezat kepada orang lain sedangkan keduanya hanya makan roti dan gandum.

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini?

1. Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal saleh.

3. Aku tahu Allah Ta'ala selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika Allah melihatku sedang dalam maksiat.

4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah.

Jangan tertipu dengan usia muda karena syarat Mati
tidak harus tua.

Jangan terpedaya dengan tubuh yang sehat
karena syarat mati tidak mesti sakit

Jangan terperdaya dengan harta kekayaaan
sebab si kaya pun tidak pernah
menyiapkan kain kafan buat dirinya
meski cuma selembar

Mari Terus berbuat baik berniat untuk baik
Berkata yang baik-baik memberi nasihat yang baik meskipun tidak banyak orang yang mengenalimu dan tidak suka dengan nasihatmu

Cukup lah اللهِ yang mengenalimu lebih dari pada orang lain

Jadilah bagai jantung yang tidak terlihat
Tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat
bagi sekeliling kita sampai diberhentikan olehNya

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam,
amalku tidak bertambah sedikit pun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang." (Ibnu Mas'ud R.A)