Penyemprotan di TK Alhidayah Tambaksari Surabaya. (Foto DMI)

EMCO-DMI Surabaya Semprot Disinfektan, Banyak Permintaan Dadakan

Surabaya 22 April 2020 21:01 WIB

Penyemprotan disinfektan untuk tempat ibadah oleh EMCO Peduli dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya ternyata melebar. Di lapangan juga ada permintaan dadakan untuk ikut disemprot.

Hari ini, Rabu, 22 April 2020, penyemprotan dilakukan di wilayah Surabaya Timur. Saat melakukan kegiatan di masjid perkampungan ada lembaga lain yang minta disemprot pembunuh virus tersebut. Diantanya TK Alhidayah di Tambaksari dan TK Islam di Pesapen. Juga sejumlah panti asuhan.

Ini memasuki hari ketiga penyemprotan disinfektan oleh DMI Kota Surabaya bekerja sama dengan EMCO Peduli, cat kayu dan besi legendaris dari kota ini. Setiap hari ditarget 30 masjid dan mushalla di perkampungan padat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Perang Melawan Corona yang dilakukan DMI Kota Surabaya. Selain itu, juga dilakukan pembagian paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19 melalui masjid.

Koordinator penyemprotan disinfektan Perang Melawan Corona Berbasis Masjid Mohamad Jamil, respon para takmir dan warga terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Sebab, beberapa program penyemprotan disinfektan selama ini hanya sebatas sampai halaman masjid dan mushalla.

Sementara yang dilakukan EMCO Peduli dan DMI Surabaya ini sampai ke seluruh bagian dalam masjid. Mulai dari tempat imam sampai dengan fasilitas penunjang masjid dan mushalla seperti kamar mandi, toilet dan tempat wudhu. Bahan disinfektannya pun intimewa karena berkualitas tinggi dan diimpor langsung dari luar negeri.

Mejeng dulu setelah penyemprotan di Masjid AlhikmahMejeng dulu setelah penyemprotan di Masjid Alhikmah.

Bahkan, lanjutnya, saat di lapangan selalu ada permintaan dadakan untuk menyemprot disinfektan sejumlah fasilitas publik yang dimiliki lemabag keagamaan. ''Selama tiga hari ini, selalu ada 3 lebih permintaan dadakan di lapangan di luar masjid dan mushalla,'' kata Jamil.

Yang juga menarik, kegiatan ini mendapat respon positif dari perangkat kampung seperti RT dan RW. Di Gubeng, misalnya, tim penyemprotan dari EMCO dan DMI Surabaya dikawal sama Ketua RW dan Ketua RT. Mereka rela menunjukkan mushalla yang layak disemprot.

Di beberapa tempat, tim penyemprotan harus keluar masuk gang-gang kecil padat penduduk untuk menjalankan tugasnya. ''Di luar dugaan kami, respon warga sangat luar biasa terhadap program ini. Mereka juga merasa sangat membutuhkan untuk menghindari penyebaran virus Corona,'' tambah Jamil.

Guru TK pun berterima kasihGuru TK pun berterima kasih.

Kegiatan ini juga sangat tepat momentumnya. Sebab dilakukan menjelang bulan puasa. Meski selama bulan Ramadhan ini dianjurkan untuk tidak beribadah secara berjamaah di masjid dan mushalla, namun kebiasaan untuk bersih-bersih tempat ibadah tetap dilakukan.

Penulis : Azhari

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 18:20 WIB

Zidane: Courtois Berpengaruh Besar Terhadap Perburuan Gelar

Liga Spanyol

Thibaut Courtois menggagalkan banyak peluang lawan.

11 Jul 2020 18:02 WIB

1.280 Personil Secapa Bandung Positif Covid, Ini Penjelasan KSAD

Nasional

Terdiri dari 991 personel siswa, dan 289 personil staf

11 Jul 2020 18:00 WIB

Sudirman Said Soal Isu Radikalisme, STAN Stop Pendaftaran Maba

Pendidikan

Pemerintah melanjutkan proses seleksi untuk sekolah kedinasan, kecuali STAN

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...