Edukasi pengunjung tentang tenun ikat di hutan Joyoboyo. (Foto: Fendi/ngopibareng .id)

Edukasi Tenun Ikat Khas Kediri di Hutan Kota Joyoboyo

Jawa Timur 05 December 2019 23:38 WIB

Tidak hanya sekedar digunakan untuk berteduh melepas penat di bawah rindangnya pohon yang tinggi menjulang. Pengunjung Hutan Kota Joyoboyo, kali ini mendapat hiburan sekaligus edukasi tentang pergelaran Dhoho Street Fashion yang menampilkan desain baju berbahan dasar tenun ikat khas Kota Kediri. 

Doho Street Fashion ke -5 tersebut mengusung tema Pride of Jayabaya. Sejumlah desainer kondang asal Ibu Kota turut dilibatkan dalam gawe tahunan tersebut. Mereka adalah Priyo Oktaviano, Didiet Maulana serta Samira M Bafagih.

Tidak hanya itu, pihak panitia penyelenggara juga memberi kesempatan kepada desainer muda khususnya para pelajar SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan tata busana untuk menunjukkan hasil karyanya.

Dalam acara itu, turut hadir Wali Kota Kediri Abdullah Abu bakar, Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Kediri serta Arumi Bachsin Emil Dardak sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur.

Pertunjukan Dhoho Street Fashion berbahan kain tenun ikat di hutan Joyoboyo Kediri Foto FendingopibarengidPertunjukan Dhoho Street Fashion berbahan kain tenun ikat di hutan Joyoboyo, Kediri. (Foto: Fendi/ngopibareng.id)

Dalam keterangannya, Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan sangat puas atas gelaran Dhoho Street Fashion ke-5 ini. Para desainer diberi kesempatan untuk menampilkan rancangan busana terbaiknya dan sesuai tema.

"Mereka bebas berkreasi dan kita kasih panggung, karena suasana acara ini sangat berbeda dengan acara fashion show lain yang biasanya hanya di dalam gedung atau indoor" kata istri Wali Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Kamis 05 Desember 2019.

Sementara itu, Arumi Bachsin, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur menjelaskan jika kehadirannya untuk menyaksikan merupakan bentuk dukungan karena ia dulu juga merintis di Dekranasda Kabupaten Trenggalek. Ia menilai gelaran Dhoho Street Fashion setiap tahun selalu memberi warna baru dan berbeda walaupun busana yang digunakan tetap berbahan dasar tenun ikat.

"Tenun ikat Kediri ini sudah bagus dan pertahankan. Makin hari semakin milenial dan beri kesempatan ke semua lini. Hari ini kita lihat anak SMKN 3 punya panggung dan sediakan desain untuk semua usia, baik anak anak, remaja dan orang tua. Warnanya juga berbeda dan dinamis," kata istri Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Selain pergelaran Fashion Show, pengunjung juga bisa mencoba untuk belajar membuat kain tenun ikat. Pihak penyelenggara sengaja mendatangkan alat tradisional tenun ikat khas Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan maksud untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

Terbaru

Lihat semua
08 Aug 2020 00:43 WIB

Instagram Reels ala TikTok

Teknologi dan Inovasi
08 Aug 2020 00:23 WIB

Hoak Video Ledakan Rudal di Beirut

Internasional
08 Aug 2020 00:07 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 8 Agustus 2020

Pendidikan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...