KPK siap buktikan Edhy Prabowo terlibat dalam kasus dugaan suap di KKP. (Foto: Antara)
KPK siap buktikan Edhy Prabowo terlibat dalam kasus dugaan suap di KKP. (Foto: Antara)

Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati, Begini Tanggapan KPK

Ngopibareng.id Nasional 23 February 2021 15:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi pernyataan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang siap dihukum mati bila terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur.

Plt juru bicara KPK Ali Fikti menyatakan bahwa KPK tak memiliki kewenangan untuk memutuskan hukuman bagi Edhy Prabowo terkait kasus tersebut.

"Namun, terkait hukuman tentu Majelis Hakim lah yang akan memutuskan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 23 Februari 2021.

Ali menegaskan lembaganya telah memiliki bukti-bukti yang kuat atas dugaan suap yang dilakukan Edhy dan kawan-kawan dalam kasus tersebut. Ali mengatakan, proses penyidikan saat ini masih berjalan.

"Setelah berkas lengkap tentu JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK akan segera melimpahkan berkas perkara untuk diadili. Fakta hasil penyidikan akan dituangkan dalam surat dakwaan yang akan dibuktikan oleh JPU KPK," ucap dia.

Sebelumnya, Edhy mengatakan siap bertanggung jawab dan dihukum mati jika terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sekali lagi kalau memang saya dianggap salah, saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab. Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap yang penting demi masyarakat. Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan, saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Senin 22 Februari 2021.

Ia pun mengklaim setiap kebijakan yang diambilnya salah satunya soal perizinan ekspor benur semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat.

"Saya tidak bicara lebih baik atau tidak. Saya ingin menyempurnakan, intinya adalah setiap kebijakan yang saya ambil untuk kepentingan masyarakat. Kalau atas dasar masyarakat itu harus menanggung akibat akhirnya saya di penjara, itu sudah risiko bagi saya," tutur Edhy.

Total tujuh tersangka ditetapkan oleh KPK dalam kasus tersebut. Sebagai penerima suap, yaitu Edhy, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sementara tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Mar 2021 17:45 WIB

Dua Vaksin Covid Kantongi Izin di Indonesia, Ini Faktanya

Reportase

Vaksin Sinovac dan vaksin buatan Inggris, AstraZeneca.

09 Mar 2021 17:37 WIB

Yuk Intip Interior yang Lagi Hits di Mall Ciputra World Surabaya

Ciputra World Surabaya

Ada banyak pilihan furniture di TRANSLiving di Ciputra World Surabaya.

09 Mar 2021 17:18 WIB

BCA Salah Trasfer, Terdakwa Keluhkan Perlindungan Data Nasabah

Kriminalitas

Tim kuasa hukum Ardi berniat mempersalahkanya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...