Dukung Polisi Hong Kong, Film 'Mulan' Diboikot

19 Aug 2019 12:50 Film

Film Mulan live action kena boikot di Hong Kong, meski baru dijadwalkan tayang pada 2020. Film ini diangkat dari film animasi Mulan yang rilis pada 1998. Bintang utama film Mulan live action, yakni Liu Yifei menyuarakan dukungannya kepada polisi Hong Kong yang mengamankan situasi saat aksi demo massal akibat RUU Ekstradisi. Aksi demo ini sudah berjalan selama dua bulan.

Para pedemo menyuarakan tagar #BoycottMulan dan sempat menjadi trending topic di dunia maya setempat sebagai protes warga Hong Kong atas aksi Liu Yifei. Bahkan, beberapa gambar poster yang memperlihatkan Mulan dengan mata tertutup pun dibagikan netizen.

Liu Yifei sebelumnya mengatakan dalam media sosial China, Weibo terkait dukungan dirinya terhadap pihak keamanan Hong Kong. "Saya mendukung polisi Hong Kong. Kalian dapat menyerang saya sekarang. Betapa memalukannya Hong Kong," katanya dalam Weibo, dikutip dari ET.

Liu Yifei juga menggunakan tagar #IAlsoSupportTheHongKongPolice dalam unggahan tersebut disertai emoji hati.

Liu Yifei mengunggah dukungan tersebut bersamaan dengan propaganda dari China yang mendukung tindakan keras polisi terhadap pedemo anti-pemerintah di Hong Kong.

Terlebih ada seorang reporter di surat kabar negara Global Times diserang oleh massa di bandara Hong Kong. Mereka dituduh sebagai agen polisi yang menyamar.

Unggahan Liu Yifei tersebut, dikutip ET, mendapatkan dukungan di Weibo namun banyak kecaman di Twitter dan Instagram, yang diblok di China.

Pengguna Twitter menuding aktris itu mendukung kebrutalan polisi, dan juga menunjuk pada kebebasan yang ia nikmati sebagai warga negara Amerika.

Liu Yifei memiliki nama asli An Feng. Ia lahir di Hubei, China 31 tahun silam. Ayahnya, An Shaokang adalah seorang profesor bahasa dan budaya Perancis di Universitas Wuhan. Sementara sang ibu, Liu Xiaoli merupakan penari dan aktor teater.

Pada usia 10 tahun, orangtuanya bercerai dan Yifei memilih untuk tinggal bersama sang ibu di Queens, salah satu sektor di Kota New York, Amerika Serikat. Di sinilah An Feng kemudian berganti nama menjadi Liu Ximeizi.

Di Negeri Paman Sam, dia mulai meniti karier akting hingga mengubah namanya menjadi Liu Yifei. Pada 2002, dia memilih kembali ke China dan bergabung dengan Akademi Film Beijing. Setelah lulus pada 2006, pintunya untuk masuk ke dunia hiburan mulai terbuka dengan membintangi beberapa drama. 

Saat ini Hong Kong berada dalam situasi yang memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ratusan ribu orang berdemo menentang rencana undang-undang ekstradisi. Ratusan ribu demonstran tetap membanjiri ruas-ruas jalan Hong Kong meskipun hujan deras, pada Minggu 18 Agustus malam.

Para pengunjuk rasa terlihat tetap bersemangat menggelar aksi damai di bawah lindungan payung dan masker walau polisi menghalangi mereka beraksi.

Jumlah pengunjuk rasa pun dilaporkan meningkat drastis hingga 1,7 juta orang pada malam hari.

Rangkaian demonstrasi ini sudah bermula sejak dua bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini