KH Said Aqil Siroj, ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama Sekjen Helmy Faishal Zaini. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Duka Mendalam atas Wafatnya Ani Yudhoyono, Ini Pernyataan PBNU

Nasional 01 June 2019 20:17 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono. Almarhumah meninggal di usia 66 tahun.

"PBNU menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Ibu Ani Yudhoyono," kata Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Sabtu 1 Juni 2019.

Menurut Helmy, bangsa Indonesia kehilangan sosok ibu negarawan, yang selama ini memberikan teladan, mengayomi, dan selalu menebarkan senyum perdamaian. Ani merupakan perempuan yang ramah dan selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat luas.

"Ibu Ani adalah sosok perempuan tangguh sekaligus lembut. Peran dan jasanya sangat besar bagi tumbuh kembangnya upaya persatuan dan kesatuan bangsa," ucap pria yang menjabat Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) di era pemerintahan SBY-Boediono ini.

Ani Yudhoyono juga disebut sebagai sosok yang mengkampanyekan budaya dan karya bangsa. Ani, sambungnya, pecinta batik nusantara. Untuk itu, katanya menegaskan, bangsa Indonesia sangat kehilangan.

PBNU pun mendoakan segala amal ibadah almarhumah diterima Allah dan segala kesalahan serta dosa-dosanyanya dimaafkan.

"Semoga almarhumah husnul khotimah," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan penyakit kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura.

Setelah beberapa bulan menjalani perawatan tersebut, Ani Yudhoyono pun menghembuskan nafas terakhir National University Hospital (NUH) Singapura, Sabtu 1 Juni pukul 11.50 waktu Singapura.

Sebelum dinyatakan meninggal, Ani sudah beberapa kali menjalani tindakan medis, salah satunya transplantasi sumsum tulang belakang yang didonorkan oleh adiknya, yakni Pramono Edhie Wibowo. Namun, operasi tersebut tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesembuhan Ani. Bahkan, Ani sempat mendapat perawatan intensif di ICU beberapa hari usai operasi.

Selain keluarga, dukungan bagi Ani juga datang dari sejumlah pihak, salah satunya dari Presiden Joko Widodo. Selain menjenguk langsung, Jokowi dikabarkan telah memerintahkan dokter kepresidenan berkoordinasi dengan dokter NUH untuk menangani Ani.

Jenazah rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Jenazah akan diterbangkan ke Tanah Air pada Minggu 2 Juni 2019 melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Ani Yudhoyono yang memiliki nama asli Kristiani Herrawati ini lahir di Yogyakarta 6 Juli 1952. Ani adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Letnan Jendral (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah.

Ani Yudhoyono menikah dengan SBY pada 30 Juli 1976. Saat itu, SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik. (adi)

"Ani Yudhoyono juga disebut sebagai sosok yang mengkampanyekan budaya dan karya bangsa. Ani, sambungnya, pecinta batik nusantara. Untuk itu, katanya menegaskan, bangsa Indonesia sangat kehilangan."

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Jul 2020 20:58 WIB

Gaduh Soal POP, Ketua LP Ma'arif NU Dipanggil KPK

Nasional

Ketua LP Ma'arif NU PBNU, Z. Arifin Junaidi, dipanggil KPK Selasa 28 Juli.

17 Jul 2020 08:47 WIB

Para Kiai Sepuh Ajak Warga Nahdliyin Disiplin Pakai Masker

Khazanah

Gerakan menolak Covid-19 secara masif di kalangan pesantren

16 Jul 2020 05:10 WIB

Pelaksanaan Konbes dan Muktamar Ke-34 Dibahas Lagi di PBNU

Khazanah

Rais Am dan Katib Am PBNU ikuti rapat via virtual

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...