Dugaan Penyelewengan dana Kemah, Ini Penjelasan Menpora

25 Nov 2018 13:33 Pemerintahan

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi mengakui bahwa Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 lalu inisiasinya. Kemah itu kini jadi sorotan sebab muncul dugaan penyelewengan dana dalam pelaksanaannya.

"Ide dasar kemah itu memang saya yang menginisiasi, berangkat dari sebuah keinginan bahwa sudah saatnya Pemuda Muhammadiyah dan Pemuda NU Banser-Ansor bisa melakukan upaya-upaya yang konkrit untuk menguatkan sillaturrahim menguatkan ukhuwah," kata dia saat ditemui di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu 25 November 2018.

Nahrawi mengatakan apel itu benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan, dengan dihadiri 20 ribu peserta yang terdiri dari 10 ribu Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan 10 Ribu Banser.

Ia pun mengatakan program kemah ini tidak bermaksud untuk menjebak salah satu pihak tersebut. Pernyataan itu membantah kekhawatiran Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang mengatakan pihaknya berhati-hati dalam keterlibatan acara ini karena takut dikerjai.

"Tidak ada niatan sedikitpun menjadikan salah satu pihak dijebak. Yang ada, niatan kami betul-betul ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah terbukti dan Alhamdulillah dilaksanakan dengan baik," kata dia.

Soal dugaan penyelewengan dana, Kader Partai Kebangkitan Bangsa ini membantahnya. Ia mengaku bahwa pada 2017 lalu kementerian yang dipimpinnya  juga telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya tak ada temuan apapun.

"Saya sampaikan bahwa pemeriksaan waktu itu tidak ada apapun dari BPK, kemudian tiba tiba sekarang muncul," ujarnya.

Nahrawi mengaku tak mengerti kenapa tiba-tiba dugaan ini santer muncul kepermukaan, padahal pelaksanaan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini terjadi setahun yang lalu.

Ia khawatir jika dugaan ini nantinya dihubung-hubungkan dengan dirinya yang seorang kader NU pula.

"Saya terkejut sekali kenapa tiba-tiba muncul hari ini. Seakan-akan ini diinisiasi maupun didorong oleh saya yang notabenya kader NU," katanya.

Untuk mengklarifikasi hal itu, Nahrawi mengaku telah bertemu dengan Dahnil. Berdasarkan pembicaraan mereka berdua, kemudian diketahui dugaan ini muncul menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah.

"Tidak, sama sekali saya tidak tahu (dugaan penyelewengan). Tapi Dahnil menyampaikan ke saya bahwa ini mungkin atmosfer yang terjadi karena menjelang muktamar Pemuda Muhammadiyah," ucapnya.

Dalam pembicaraan itu Nahrawi juga meminta pada Dahnil untuk mencari siapa pihak yang pertama kali membuat laporan dugaan penyelewengan itu ke kepolisian dan menghembuskan itu ke publik.

"Kepada saudara Dahnil saya sampaikan, tolong cari tahu siapa pelapornya. Jangan sampai kemudian menuduh atau membawa suatu yang tidak penting untuk dipublikasikan," ujar Nahrawi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut dugaan korupsi korupsi kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kemenpora tahun 2017. Hal itu diketahui setelah dikeluarkannya surat perintah penyelidikan untuk menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran dalam keguatan tersebut. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini