Dubes Jepang Inginkan Peningkatan Pembangunan SDM Muhammadiyah

23 Jul 2019 01:54 Khazanah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik perhatian pemerintah Jepang kepada organisasi yang dipimpinnya. Ia pun berharap kerja sama yang selama ini telah terjalin dapat diperluas dan dikembangkan.

“Terutama kerja sama di perguruan tinggi, kami juga berharap Dubes melakukan kunjungan ke berapa tempat amal usaha Muhammadiyah,” sambut Haedar Nashir, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Senin 22 Juli 2019.

Haedar mengungkapkan hal itu, terkait kunjungan persahabatan Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

Pertemuan sendiri dilakukan untuk membahas kerja sama Muhammadiyah dan Jepang dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.

Membuka dengan ucapan dukungan bagi Muhammadiyah sebagai kandidat penerima Nobel, Duta Besar Jepang Masafumi Ishii juga mengutip bahwa hubungan antara bangsa Indonesia dan Jepang merupakan hubungan kekeluargaan yang telah terjalin cukup lama.

“Kegiatan Muhammadiyah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Islam moderat di Indonesia. Kami ingin ada kerjasama lebih lanjut,” ucap Ishii.

Menyambung Haedar, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan, dalam kunjungan persahabatan tersebut, Muhammadiyah dan Jepang ingin lebih giat menggarap kegiatan yang berbasis pendidikan Islam dan kepemudaan.

“Antara lain program Genesis yang mengundang pemimpin muda dari Indonesia untuk bertemu dengan berbagai elemen masyarakat di Jepang, juga ada program TAMU yang digagas oleh Profesor Mitsuo Nakamura, didukung pemerintah Jepang untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Juga ada beberapa program berbasis pendidikan pesantren baik peningkatan sumber daya manusia maupun sarana prasarana,” urai Abdul Mu’ti.

“Selama ini kerjasama dengan Jepang sudah sangat banyak dan Dubes tadi menyampaikan keinginannya agar kerjasama dapat ditingkatkan dan diperluas,” tutur Abdul Mu’ti.(adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini