Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat diwawancarai di Mapolresta Malang Kota (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Lempar Korban, Dua Siswa Pelaku Bullying di Malang Jadi Tersangka

Pendidikan 11 February 2020 20:40 WIB

Polresta Malang Kota menetapkan dua tersangka kasus bullying yang menimpa siswa SMPN 16 Malang, MS, 13 tahun. Dua tersangka tersebut berinisial WS, siswa kelas VIII dan RK, siswa kelas VII.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, dari hasil penyidikan kedua siswa tersebut terbukti melakukan penganiayaan kepada MS.

"Motifnya mereka mengaku usil. bukan usil, tapi melakukan tindak kekerasan. Karena hasil visum terbukti ada benturan yang menyebabkan luka lebam di tubuh korban," tuturnya pada Selasa 11 Februari 2020.

Dijelaskan oleh Leo, WS dan RK menarik kedua kaki korban dan mengangkat korban dalam posisi terlentang dari musholla SMPN 16 Malang. Kedua siswa itu lalu melempar korban ke paving sekolah. Setelah itu korban dilempar oleh RK ke arah pot tanaman sekolah.

"Sementara saat ini dua itu saja. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain lagi," terang mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

Leo pun tak menampik kemungkinan, bahwa dalam proses penyidikan, jumlah tersangka bisa bertambah. "Itu mungkin saja selama proses penyidikan. Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini," tuturnya.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi belum menahan kedua siswa tersebut. "Masih dilakukan pendampingan dari psikolog, LPSK, Dinsos dan P2TPA. Dari pertimbangan pihak terkait ini. Maka kami akan mengambil tindakan," jelasnya.

Hingga hari ini polisi telah memeriksa 23 saksi mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, dokter spesialis Rumah Sakit Lavallete, pihak pelapor, pihak sekolah dan siswa yang terkait.

Jika terbukti bersalah, maka tersangka dikenakan pasal 80 (2) UU No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan anak. Dengan ancaman pidana selama Lima tahun.

Untuk diketahui, seorang siswa SMPN 16 Malang inisial MS, usia 13 tahun, menjadi korban perundungan. Dia menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh tujuh orang temannnya sendiri. Akibat perundungan ini, jari tengah MS memar sampai harus diamputasi. Siswa kelas VII tersebut saat ini dirawat di RS Lavallete, Kota Malang.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Mar 2020 14:34 WIB

Lama Tak Terdengar, Ini Kondisi Terkini Menhub Budi Karya

Nasional

Budi sempat membagikan video dirinya saat dirawat di RSPAD.

31 Mar 2020 14:16 WIB

Demi Mudahnya Kami Gunakan Istilah Darurat Kesehatan

Editorial

Ngopibareng.id akan gunakan istilah Darurat Kesehatan dalam penulisan.

31 Mar 2020 14:15 WIB

Cegah Corona, Menkumham Terbitkan Kepmen Pembebasan Narapidana

Nasional

LP dinilai sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.