Dua Ledakan Diduga Diserang Rudal Iran, Begini Kondisinya

12 Oct 2019 00:24 Internasional

Satu kapal tanker Iran diduga ditembak dengan rudal ketika berlayar di Laut Merah, dekat pelabuhan Arab Saudi. Dua ledakan terpisah membuat minyak tumpah, dengan api mulai berkobar di kapal yang dimiliki Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC).

Media Iran yang mengutip NIOC memberitakan, seluruh kru kapal selamat, dan mereka saat ini berusaha memperbaiki kerusakan di lambung kapal. Situs pelacak kelautan menunjukkan kapal tanker itu diserang ketika posisinya berada di 60 km barat daya pelabuhan Arab Saudi di Jeddah.

Serangan itu membuat harga minyak melonjak lebih dari dua persen. Memunculkan kekhawatiran akan ketegangan yang masih terjadi pasca-penyerangan di fasilitas minyak Arab Saudi.

Dalam keterangan resminya, NIOC mengklaim lambung kapal tanker Sabiti rusak karena dihantam sebanyak dua kali dekat perairan Saudi.
"Kemungkinan karena serangan rudal," kata NIOC dalam serangan yang terjadi pukul 05.00 waktu setempat, dikutip AFP dan Daily Mirror Jumat 11 Oktober 2019.

Kapal yang dulunya bernama Susangird itu dilaporkan berlayar di Suriah via Terusan Suez dan Mediterania, dengan mengangkut satu juta barel minyak.

Kantor berita Fars mengutip keterangan pakar melaporkan bahwa ledakan yang terjadi pukul 05.00 dan 05.20 terjadi karena "serangan teroris".

Namun, pemberitaan itu tidak menyajikan bukti untuk mendukung klaim tersebut, dengan tidak ada pihak yang dituduh bertanggung jawab. Ini merupakan kali ketiga kapal tanker Iran mengalami kerusakan karena berbagai faktor ketika melintasi Laut Merah dalam enam bulan terakhir.

Pada Mei lalu, Happiness-1 yang membawa 1,1 juta barel minyak terpaksa menjalani perbaikan di pelabuhan Saudi karena "kegagalan mesin dan kehilangan kendali".

Kemudian pada Agustus, sebuah kapal yang bernama HELM mengalami kerusakan ketika berada di posisi 75 mil, atau 120 km, dari Saudi. Serangan itu terjadi setelah fasilitas minyak Saudi, Aramco, dihantam rudal jelajah dan drone pada September. Menyebabkan pasokan minyak dunia terganggu.