Masjid Agung An-Nuur, Pekanbaru, Riau. (Foto: Istimewa)
Masjid Agung An-Nuur, Pekanbaru, Riau. (Foto: Istimewa)

Dua Keutamaan Berkurban, Tambahan Amal dan Kendaraan

Ngopibareng.id Islam Sehari-hari 03 August 2020 06:48 WIB

Setelah Idul Adha 1441 H dan masih dalam suasana Hari Tasyrik, suasana umat Islam masih dinaungi semangat berkurban. Juga sisa-sisa hewat kurban pun masih bisa dinikmati.

Untuk itu, Ustadz Ma'ruf Khozin, Pengasuh Pesantren Aswaja Sukolilo Surabaya, dalam ceramahnya masih mengulas soal berkurban. Seperti berikut ini:

Kurban dengan binatang ternak dari jenis kambing ada 2 macam, kambing dan domba (Jawa: wedus gebas).

ﻋﻦ ﻋﻘﺒﺔ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ، ﻗﺎﻝ: «ﺿﺤﻴﻨﺎ ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ اﻟﺠﺬﻉ ﻣﻦ اﻟﻀﺄﻥ»

Dari Uqbah bin Amir, ia berkata: "Kami menyembelih domba berusia 1 tahun bersama dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam" (HR Ibnu Hibban)

Keutamaan menyembelih Kurban dengan jenis domba terdapat dalam riwayat hadis:

«ﻧﻌﻢ اﻷﺿﺤﻴﺔ اﻟﺠﺬﻉ ﻣﻦ اﻟﻀﺄﻥ»

"Sebaik-baik Qurban adalah domba berusia 1 tahun lebih" (HR Tirmidzi)

Allah menerima pahala Kurban ini digambarkan lebih cepat sebelum darah hewan Kurban jatuh ke tanah:

«ﻣﺎ ﻋﻤﻞ ﺁﺩﻣﻲ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻳﻮﻡ اﻟﻨﺤﺮ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺇﻫﺮاﻕ اﻟﺪﻡ، ﺇﻧﻪ ﻟﻴﺄﺗﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺑﻘﺮﻭﻧﻬﺎ ﻭﺃﺷﻌﺎﺭﻫﺎ ﻭﺃﻇﻼﻓﻬﺎ، ﻭﺃﻥ اﻟﺪﻡ ﻟﻴﻘﻊ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﺑﻤﻜﺎﻥ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻘﻊ ﻣﻦ اﻷﺭﺽ»

"Tidak ada amal manusia yang lebih baik di hari raya Idul Adha ini yang lebih dicintai oleh Allah dibanding menyembelih hewan. Hewan Qurban tersebut akan datang di hari kiamat dengan tanduknya, bulu-bulunya dan kaki-kakinya. Darah hewan telah diterima di sisi Allah sebelum jatuh ke bumi" (HR Tirmidzi)

Maksud hadits bahwa hewan Kurban yang disembelih akan datang dipertemukan dengan pemiliknya, ada 2 penafsiran dari para ulama:

1. Menjadi tambahan amal

ﻓﺘﻮﺿﻊ ﻓﻲ ﻣﻴﺰاﻧﻪ ﻛﻤﺎ ﺻﺮﺡ ﺑﻪ ﺧﺒﺮ ﻋﻠﻲ

Hewan Kurban (tanduk, bulu dan kaki) diletakkan di dalam timbangan amalnya. Seperti dalam penjelasan hadis Ali (Faidl Al-Qadir 5/458)

2. Menjadi Kendaraan

ﻭﻳﺼﻴﺮ ﻣﺮﻛﺒﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺮاﻁ

Hewan Kurban menjadi kendaraan baginya menuju shirat / jembatan penghubung ke surga (Tuhtah Al-Ahwadzi, 5/62)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 23:00 WIB

Sempat Ditutup Akibat Longsor, Jalur Batu-Kediri Kembali Normal

Bencana

Bagi kendaraan 14 ton ke atas dilarang melintasi ruas jalan tersebut.

28 Feb 2021 22:56 WIB

Suksesi Kosgoro 1957, Abu Rizal Sebut Airlangga Hartarto Netral

Nasional

Airlangga Hartarto setujui mubes Jakarta dan Cirebon.

28 Feb 2021 22:45 WIB

Protes Berdarah, 18 Orang Meninggal di Myanmar

Internasional

Total 21 orang meninggal sepanjang Februari.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...