Simpatisan Gus Nur melakukan aksi di sisi utara Kantor PN Surabaya, Jalan Arjuno, Kamis 17 Oktober 2019. (Foto: Fariz/ngopibareng.id)

Dua Kelompok Massa Gelar Aksi Kawal Sidang Gus Nur

Surabaya 17 October 2019 11:01 WIB

Dua kelompok massa berkumpul di depan Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, menjelang sidang putusan tersangka pencemaran nama baik melalui tayangan video Sugi Nur Raharja atau Gus Nur berjudul "Generasi Muda NU Penjilat".

Dua kelompok itu terdiri dari kelompok yang pro dengan Gus Nur dari kumpulan beberapa organisasi, dan satu kelompok yang kontra Gus Nur dari pihak Nahdlatul Ulama (NU).

Tampak keberadaan dua kelompok dipisahkan oleh tim pengamanan dari kepolisian. Di mana, dari kelompok NU berada di depan Kantor PN Surabaya, dan kelompok pendukung Gus Nur berada di sisi utara Kantor PN.

Dalam aksi sempat terjadi sedikit ketegangan antara kelompok pendukung Gus Nur dan pihak kepolisian. Hal itu terjadi karena pihak kepolisian meminta agar massa aksi tidak berkumpul jadi satu karena dikhawatirkan terjadi chaos.

Namun ketegangan itu akhirnya mereda, setelah ada proses dialog antara massa pendukung Gus Nus dan kepolisian. Berdasarkan kesepakatan mereka bersedia ditempatkan di sisi utara Kantor PN.

Dalam pengamanan jelang jalannya sidang, tampak kepolisian sejak pagi telah menutup beberapa ruas jalan yang mengarah ke Kantor PN Surabaya. Sedangkan di lokasi, polisi telah memasang kawat berduri dan menurunkan pasukan dengan peralatan lengkap, serta ada satu kendaraan water cannon.

Dalam aksi itu, kelompok NU menggelar istighosah dan sholawat. Aksi serupa juga dilakukan kelompok pendukung Gus Nur. Mereka melantunkan sholawat dengan memegang bendera bertuliskan kalimat Tauhid.

Aksi tersebut berlangsung damai hingga berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Semua berjalan kondusif, sehingga semua pasukan dan peralatan pengamanan milik kepolisian ditarik.

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriyono mengatakan, jika pengamanan ini lebih ketat mengingat besarnya agenda sidang. "Iya ini (pengamanan) karena agenda sidang yang besar," katanya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 17:10 WIB

SMK Model PGRI 1 Mejayan Madiun Produksi Mobil Listrik

Nasional

Produksi mobil listrik saat pandemi corona.

20 Sep 2020 15:55 WIB

Mbah Katimin, Penjaga Hutan di Lereng Gunung Klotok Kediri

Feature

Mbah Katimin tinggal di dalam hutan sejak masa Presiden Soeharto.

20 Sep 2020 15:28 WIB

Tiga Poin Pernyataan Sikap, PBNU: Tunda Pilkada Serentak

Nasional

Sulit terhindar dari konsentrasi orang dalam jumlah banyak

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...