Petugas dari Polda Bengkulu berada di ladang ganja yang ditanam bersama dengan tanaman kopi. Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. (Foto:LampungPro)
Petugas dari Polda Bengkulu berada di ladang ganja yang ditanam bersama dengan tanaman kopi. Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. (Foto:LampungPro)

Dua Hektar Ladang Ganja di Bengkulu

Ngopibareng.id Kriminalitas 18 September 2020 16:45 WIB

Polda Bengkulu menemukan ladang ganja seluas dua hektare di area kebun kopi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, Jumat, mengatakan saat dilakukan penggerebekan polisi tidak menemukan pemilik ladang ganja tersebut.

Namun, Sudarno mengaku polisi sudah mengetahui identitas pemilik ladang ganja tersebut dan saat ini sedang dalam proses pengejaran.

"Saat anggota tiba di TKP memang sudah tidak ada orang di sana, tetapi kami sudah mengetahui identitasnya dan sementara masih proses lidik," kata Sudarno.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan ladang ganja tersebut yakni di Desa Lubuk Alai Talang Palembang Kecil, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kata Sudarno, beratnya medan yang dilalui karena berada di kawasan hutan dan perbukitan membuat anggota Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu membutuhkan waktu selama 12 jam untuk sampai ke ladang ganja tersebut.

"TKP itu jauh dari perkampungan dan harus jalan kaki selama 12 jam untuk bisa sampai kesana dan anggota berangkat ke TKP itu Kamis malam," katanya.

Tiba di lokasi, kata Sudarno, polisi langsung membongkar ladang ganja itu dan terkumpul sekitar 1.500 batang ganja yang sebagian dimusnahkan di lokasi dan sebagian dibawa ke Mapolda Bengkulu sebagai barang bukti.

Selain itu, polisi juga menemukan 250 kilogram daun ganja kering, satu unit timbangan, satu pucuk senjata api rakitan jenis laras panjang dan satu kaleng biji ganja yang diduga akan digunakan sebagai bibit.

"Luasnya itu sekitar dua hektar dan ganja itu ditanam dengan diselingi tanaman kopi, informasi ini kami peroleh dari warga dan anggota langsung berangkat menuju TKP," demikian Sudarno. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Oct 2020 00:29 WIB

105 Orang Tewas Akibat Banjir di Vietnam

Internasional

Lima juga orang terdampak.

20 Oct 2020 23:48 WIB

Tak Ada Lagi Zona Merah, 50 Persen Daerah di Jatim Zona Kuning

Jawa Timur

Satgas Covid-19 mencatat 50 persen daerah di Jatim berada di Zona Kuning.

20 Oct 2020 23:30 WIB

Jateng Gelar UKM Virtual Expo

Nusantara

Pameran virtual digelar di tengah pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...