Dua Hari Latihan Pagi dan Sore, Kapten Persebaya: Tak Masalah!

06 Oct 2019 12:32 Liga Indonesia

Kapten Persebaya, Ruben Sanadi mengaku sangat menikmati latihan pagi dan sore. Karena ia menilai, dua kali latihan dalam sehari tersebut bagus untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Pasalanya, Persebaya jelang pertandingan menghadapi Borneo FC, pada Jumat 11 Oktober mendatang.

"Kondisi kami sangat baik, meski selama dua hari kemarin kami jalani latihan pagi dan sore. Ini tentu sangat baik untuk meningkatkan fisik kami (pemain) apalagi jelang pertandingan," kata Ruben Sanadi, Minggu 6 Oktober 2019.

Meski dengan persiapan yang maksimal, Ruben Sanadi tetap menyayangkan jadwal pertandingan yang belum pasti. Karena hal itu dinilai sangat mengganggu dirinya dan kawan-kawan.

Ruben Sanadi menambahkan, ketidak pastian jadwal pertandingan membuat pemain akan kehilangan fokus. Sebab, persiapan yang dilakukan untuk pertandingan akan terasa sangat sia-sia.

"Tentu kami menanggapinya sangat merugikan, apalagi kami sebagai pemain juga sudah cukup siap menghadapi pertandingan. Tapi hingga kini belum ada kejelasan jadwal (pertandingan)," sambung Ruben Sanadi.

Pemain asal Papua ini berharap, PSSI lebih tegas dalam membuat jadwal. Apalagi menurut Ruben, kalau sering pertandingan ditunda, maka klub akan sangat dirugikan dalam banyak hal.

"Semoga cepat diselesaikan, agar kami juga bisa ke pertandingan selanjutnya. Kami sebagai pemain ingin agar jadwalnya itu normal, supaya bisa fokus lebih. Kalau ditunda lagi fokusnya kita jadi berkurang," ucap Ruben Sanadi.

Di sisi lain, pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal mengatakan, jadwal menghadapi Borneo FC pada Jumat mendatang tetap dilaksanakan. Namun, dirinya meminta pemain bersabar menunggu surat resmi dari federasi.

"Kabarnya sih yang saya dengar fix lawan Borneo FC itu pada Jumat 11 Oktober. Tapi kita tunggu sajalah," ujarnya.

Seperti diketahui, Sebetulnya jadwal pertandingan Persebaya dengan Borneo FC digelar pada 2 Oktober lalu. Namun, pihak kepolisian tak memberikan izin, lantaran bebarengan dengan aksi demo buruh di Surabaya.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini