Kepala DP5A saat mengunjungi bayi Pandhu dan ibunya, Dina Octavia. (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)

DP5A Minta Kunjungan ke Bayi Pandhu dibatasi

Surabaya 11 December 2019 18:43 WIB

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun mengimbau, kunjungan ke bayi Pandhu dan ibunya, Dina Octavia, dibatasi. Alasannya agar kondisi bayi Pandhu tetap stabil.

"Mbak Dina kan juga capek, jadi butuh istirahat. Begitupula adik Pandhu," kata Chandra, Rabu 11 Desember 2019.

Chandra paham warga yang datang menjenguk bayi Pandhu ke Rumah Susun Gunung Sari Surabaya, memiliki niat baik untuk membantu. Namun, ia meminta untuk tidak terlalu sering untuk datang. Pasalnya, ia khawatir membeludaknya kunjungan bisa mengganggu kondisi bayi Pandhu yang menderita Hydrocefalus.

"Kami dari Pemkot Surabaya sangat berterima kasih dengan apa yang dilakukan oleh warga Surabaya, perhatian, bantuan, dan lainnya. Namun, kami mohon untuk dibatasi ya. Untuk menjaga kondisi adik Pandhu," imbaunya.

Selain menjaga kondisi bayi Pandhu dan ibunya agar tidak capek, Chandra meminta para warga yang datang untuk tidak melakukan kontak langsung dengan bayi Pandhu. Sebab, ia khawatir jika warga yang datang dan dalam kondisi tidak sehat, malah mengganggu kesehatan sang bayi.

"Adik Pandhu ini butuh kondisi yang baik, jangan sampai tertular dari warga yang sakit. Kita ingin tetap sehat dan Ibu Dina bisa istirahat," katanya.

Seperti diketahui, bayi Pandhu yang mengidap Hydrocefalus saat ini telah ditangani oleh tim dokter dari RSUD dr Soetomo Surabaya. Ia mendapat pelayanan rawat jalan dari rumah sakit plat merah tersebut, setelah Pemkot Surabaya da Pemprov Jawa Timur turun tangan membantu bayi Pandhu.

Bukan hanya perawatan kesehatan, Dina Octavia juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal di Rusun Gunung Sari Surabaya dari Pemprov Jawa Timur. Sebelumnya ia juga sempat ditawari oleh Pemkot Surabaya untuk tingga di Rusun Penjaringan Sari.

Selain rusun, Pemkot Surabaya juga telah memberikan bantuan untuk pemberdayaan ekonomi, bagi kelangsung hidup keluarga bayi Pandhu ke depannya.

"Agar bisa berdiakri dan memiliki kekuatan ekonomi untuk penghasilan tiap bulannya, kita akan dampingi dia terus. Dia mengaku pinginnya tadi jualan online," ujar Chandra.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Apr 2020 04:49 WIB

Karomah Wali, Tingkah Aneh Mbah Ud Melimpahkan RezekiĀ 

Khazanah

Ambil uang di saku jamaah masjid

03 Apr 2020 04:37 WIB

Tujuh Keutamaan Menuntut Ilmu, Raih Limpahan Rahmat Ilahi

Khazanah

Termaktub dalam Kitab "Tanbihul Ghafilin", Abul Laits Al Samarqandi

03 Apr 2020 04:12 WIB

Gagalnya Kepemimpinan Populis Lawan Covid-19

Internasional

Analisis menarik soal kepemimpinan politik dalam hadapai krisis Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.