Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Joni Hermana (tengah), saat memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panlok 50, di Unair, Surabaya, Selasa, 8 Mei 2018. (Foto: frd/ngopibareng.id)
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Joni Hermana (tengah), saat memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panlok 50, di Unair, Surabaya, Selasa, 8 Mei 2018. (Foto: frd/ngopibareng.id)

Dosennya Diduga Dukung HTI, Rektor ITS Angkat Bicara

Ngopibareng.id Surabaya 08 May 2018 15:24 WIB

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Joni Hermana, akhirnya angkat bicara soal viralnya kabar tiga orang dosennya yang diduga mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut penuturan Joni, ketiga dosen itu telah melakukan klarifikasi padanya. Dari hasil awal itu, ketiganya mengaku merasa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan tertentu pula.

"Oleh seseorang, mereka dimintai pendapat secara pribadi soal pembubaran HTI, saat itu tidak ada penjelasan bahwa itu dikemas dan diviralkan," kata Joni saat memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panlok 50, di Unair, Surabaya, Selasa, 8 Mei 2018

Joni mengatakan, ketiganya mengaku bukanlah anggota maupun fungsionaris HTI, para dosen itu juga keberatan karena merasa tidak pernah menyatakan dukungan terhadap HTI.

"Mereka mengatakan penyesalannya kepada ITS dan sudah memohon maaf. Tapi kita tetap akan melakukan proses pemantauan apa bila memang ditemukan pelanggaran," katanya.

ITS, kata Joni, akan tegas apabila pelanggaran itu memang terbukti ada unsur kesengajaan. Menurutnya, secara formal dan secara undang-undang, kegiatan HTI sudah dilarang, dan itu yang selama ini pihaknya taati.

"Kita melakukan protes secara terbuka, kita juga melindungi dosen kita yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu itu, sembari mencari bukti, ini benar ataupun tidak, kalau terbukti paling tidak mereka harus dicopot dari jabatannnya semua," katanya.

Ketika ditanya soal nama ITS yang dicatut oleh HTI, Joni belum menentukan apakah pihaknya akan menempuh jalur hukum atau tidak, ia mengaku masih akan berkonsultasi dengan biro hukum ITS terlebih dahulu untuk memastikan apa langkah yang sebaiknya harus dilakukan.

Foto yang viral dimedia sosial Foto TwitterFoto yang viral dimedia sosial. (Foto: Twitter)

Sebelumnya, sejak Senin, 7 Mei 2018, kemarin, tiga foto viral di media sosial Twitter. Masing-masing foto yang disebut sebagai dosen ITS yakni Guru Besar Teknologi Kelautan Prof. Daniel M. Rosyid, Kepala Laboratorium Teknik Fisika Andi Rahmadiansah, dan Kepala Program Studi Pascasarjana Teknik Material Lukman Noerochim.

Foto tiga orang itu disertai kutipan dukungan terhadap HTI dan menolak pembubaran organisasi itu. Dalam foto, juga tertera tagar #HTILayakMenang, #DukungHTIUntukIslam, #DukungHTIUntukUmat, dan #DukungHTIUntukDakwahdanKhilafah. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 09:28 WIB

Ayo Putus Sebaran Covid-19

Nasional

Ayo, sama-sama kita putus mata rantai sebaran Covid-19.

30 Nov 2020 09:09 WIB

Moderasi Beragama Habib Jufri, Prihatin atas Tragedi di Sigi

Khazanah

Pesannya: "Kemanusiaan Sebelum Keberagamaan

30 Nov 2020 08:52 WIB

Bujuk Soal Kesepakatan Israel, Misi Jared Kushner ke Arab Saudi

Internasional

Misi Penasihat senior Gedung Putih ke ke Arab Saudi dan Qatar

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...