Dokter Sebut Risma Akan Dirawat di ICU Hingga 7 Hari ke Depan

27 Jun 2019 16:03 Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diperkirakan akan terus dirawat secara intensif di Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Soetomo, Surabaya, hingga tujuh hari atau sepekan ke depan.

Hal itu dikatakan oleh dr Hardiono, Kepala Intensive Care Unit (ICU) sekaligus dokter spesialis anestesi RSUD dr Soetomo, Surabaya, yang menangani Risma.

"Tergantung progres dari kondisinya. Biasanya pengalaman sebelumnya, minimal satu minggu bisa melihat trennya," kata Hardiono, saat ditemui di Gedung Pusat Bedah Terpadu (GPBD) RSUD Soetomo, Kamis, 27 Juni 2019. 

Untuk itu dokter yang menangani Risma saat ini akan terus melakukan monitoring dan observasi terhadap kondisi wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Hardiono mengatakan, jika hasil monitoring kondisi Risma menunjukkan kestabilan dan perkembangan yang baik, bukan tidak mungkin Risma akan melewati perawatan di ICU lebih singkat.

"Kira-kira satu minggu. Kalau trennya membaik lebih cepet (keluar ICU). Mudah-mudahan enggak sampai (satu minggu)," katanya.

Ia menambahkan, saat ini kondisi Risma terpantau membaik. Hal itu ditandai dengan berfungsi normalnya sejumlah organ dalam Risma.

"Semua fungsi organnya baik, jantungnya bagus, organnya bagus. Semua kondisinya bagus. Kita mempertahankan kondisi yang stabil ini," ujarnya.

Kondisi stabil tersebut juga ditandai dengan pengurangan dosis obat dan oksigen. Seperti disebutkan Hardiono, awalnya dokter memberikan sebanyak 100 persen, namun kini dikurangi menjadi 60 persen saja.

"Kondisinya stabil, trennya membaik kita lihat dari pernapasan. Ibaratanya kita beri oksigen 100 persen, sekarang itu kita berikan oksigen 60 persen," ucap dia.

Sebelumnya, kesehatan Risma dikabarkan memburuk sejak Selasa, 25 Juni 2019, pagi. Ia lantas dilarikan ke Rumah Sakit dr Soewandhi. Pada Malam harinya ia langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

 

Dari diagnosis dokter, Risma disebut menderita asma dan maag akut. Selain itu wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga mengalami kelelahan. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini