Relawan Muhammadiyah di Mamuju Sulawesi Barat  bersama bayi yang ditolong. (Foto: MCCC)
Relawan Muhammadiyah di Mamuju Sulawesi Barat bersama bayi yang ditolong. (Foto: MCCC)

Dokter Muhammadiyah Bantu 6 Kelahiran di Lokasi Bencana

Ngopibareng.id Khazanah 21 January 2021 14:12 WIB

Kehadiran Ribkhi Amalia Putri sebagai relawan Muhammadiyah di Mamuju Sulawesi Barat rupanya menjadi berkat tersendiri bagi para pengungsi.

Sebab, dokter spesialis kandungan tersebut merupakan satu-satunya dokter kandungan yang saat ini ada di Mamuju. Apalagi RSUD Kabupaten Mamuju, RS Mitra Manakarra dan puskesmas setempat rusak parah akibat gempa.

Sejak tiba pada bersama rombongan tim Emergency Medical Team (EMT) Nasional Muhammadiyah pada Selasa 18 Januari lalu, hingga saat ini Ribkhi telah berhasil membantu kelahiran enam bayi.

Menariknya, di antara enam bayi tersebut Ribkhi juga membantu proses kelahiran bayi kembar perempuan yang dilakukan melalui operasi Caesar di RSUD Regional Sulawesi Barat, Kamis 21 Januari 2021.

Tim EMT Nasional Muhammadiyah tiba dengan komposisi 3 dokter spesialis, 3 dokter umum, 4 perawat, 1 surveillace, 1 logistik medis, 2 logistik umum dan 5 dokter muda.

Keberadaan EMT Nasional Muhammadiyah merupakan bagian tanggap darurat dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah bergerak lebih dahulu bersama KOKAM.

Melalui siaran pers MDMC, tim relawan Muhammadiyah juga dilaporkan berhasil membantu operasi patah telapak tangan terhadap seorang penyintas gempa asal Simboro, Mamuju.

Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Arif Jamali Muis menyampaikan bahwa MDMC selain menjamin bantuan logistik, dan pendampingan psikososial juga akan terus memberikan dukungan tenaga medis sampai sistem kehidupan kembali berjalan normal.

Tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center MDMC di lokasi bencana di Mamuju Sulawesi Barat Foto Istimewa Tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di lokasi bencana, di Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

“Kami memberi dukungan terhadap tenaga medis yang masih bertugas dengan menata ulang layanan agar berjalan dengan normal,” jelasnya.

Untuk itu, tim medis darurat Muhammadiyah ini mendirikan pos pelayanan kesehatan di Puskesmas Binanga, serta mendirikan pos pelayanan kesehatan di RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso yang dapat dimanfaatkan para penyintas gempa kapan saja.

Sementara Tim lain yang dipimpin dr Rifqi melakukan pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Kalubibing Mamuju dengan jumlah 20 jiwa dan 10 jiwa di Pos Koordinasi MDMC.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Mar 2021 07:36 WIB

Posko di Tingkat Desa Efektif Memperkuat PPKM Mikro

Nasional

Pos komando (Posko) tingkat desa dan kelurahan memperkuat PPKM.

09 Mar 2021 07:21 WIB

Kunjungan Koordinator Staf Khusus Presiden Ke BPCB Jatim

Nasional

Menguatkan literasi masa lalu sebagai fondasi masa depan.

09 Mar 2021 07:05 WIB

Konflik Internal Partai Politik, Empat Faktor Penyebab

As’ad Said Ali

Figur publik dan kharisma sebagai taruhan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...