Sejumlah tokoh melayat di rumah Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu, 31 Agustus 2019. (Foto: Dok/Antara)

Doa SBY untuk Ibunda: Semoga Bertemu dengan Memo di Taman Surga

Nasional 31 August 2019 13:32 WIB

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendoakan agar almarhum ibundanya Siti Habibah bisa bertemu dengan almarhum istrinya Ani Yudhoyono di surga.

"Saya memohon kepada Allah SWT 'Ibu kalau Allah menganggap usia ibu bisa dipanjangkan, saya mohon dipanjangkan. Kalau Allah memanggil, saya sudah ikhlas, dan semoga nanti ibu kembali dengan baik di sisi Allah dan semoga bertemu dengan Memo (Sapaan sayang SBY untuk Ani Yudhoyono) di taman surga. Itu yang saya ucapkan tadi malam, setelah itu saya minta masuk ke dalam, tidak beberapa lama Allah memanggil beliau," kata SBY di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Dalam sambutan mengantarkan jenazah, SBY juga sempat mengisahkan perjalanan sang ibu yang lahir dan besar di Pacitan, Jawa Timur, kemudian pindah ke Cikeas untuk tinggal bersamanya.

"Ibu ini lahir di Pacitan tempat saya dilahirkan. 38 tahun di Pacitan terus hijrah ke Bilitar juga sekitar 38 tahun. Baru sejak 2007 karena kesehatan sudah menurun, saya mohon untuk tinggal di Cikeas, karena dekat dengan saya, saya tidak mungkin terlalu sering pergi ke Blitar atau Pacitan. Alhamdulillah beliu mau tinggal bersama-sama di sini (Cikeas)," kata SBY.

SBY juga sempat mengungkapkan kesedihannya karena belum genap tiga bulan setelah kepergian Ani Yudhoyono, kini dirinya harus ditinggalkan oleh ibunda tercintanya.

"Pendopo ini kalau bapak ibu melihat sebelah kanan belum lama, belum genap 3 bulan waktu itu 1 Juni jenazah istri tercinta tiba dari Singapura, 2 Juni juga diberangkatkan di tempat peristirahatan yang terakhir, kami hari ini menghadapi ujian dan cobaan yang sama, orang yang amat kami sayangi Siti Habibah Abdul Kohar berpulang ke rahmatullah tadi malam," kata Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Dalam kesempatan ini, SBY juga sempat mengenang bagaimana istrinya, Ani Yudhoyono sudah memikirkan tempat di mana Habibah akan dimakamkan.

"Pepo, Ibu kita, Eyang Habibah, keadaannya sudah seperti ini, kita harus memikirkan bukan mendahului kehendak Allah, tetapi kalau nanti dipanggil mau kita makamkan di mana,' itu Ibu Ani. 'Mau ke Madiun? Disemayamkan bersama ibundanya atau Jakarta dekat dengan kita.' Karena saya anak tunggal, Ibu Habibah punya dua cucu, dua-duanya bisa saya bawa ke Madiun, kita istirahatkan terakhir bersama ibundanya atau Jakarta," kata SBY.

"Tapi saya yakin bahwa ujian dan cobaan yang diberikan kepada saya dan keluarga masih belum apa-apanya dari pada anugerah yang diberikan Allah dan keluarga saya harus menerima dengan tawakal dan tabah. Dan percaya rencana ini keputusan Allah ini jauh lebih indah dari pada yang kami inginkan," ujarnya.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Apr 2020 19:17 WIB

SBY Ciptakan Lagu di Tengah Pandemi Corona

Musik

SBY ciptakan lagu berjudul Cahaya Dalam Kegelapan.

23 Mar 2020 11:19 WIB

Perang Lawan Virus Corona, Ini Pesan Khusus SBY

Nasional

Seperti negara lain, "lockdown" dilakukan hanya jika terpaksa

15 Mar 2020 18:00 WIB

Aklamasi, AHY Terpilih Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat

Politik

AHY dipilih oleh 34 DPD dan 514 DPC Demokrat se-Indonesia.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.