ilustrasi

Doa Sambut Ramadhan, Ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani

Islam Sehari-hari 23 April 2020 16:30 WIB

Menyambut bulan suci Ramadhan merupakan kebahagiaan yang indah bagi kaum beriman. Para aulia dan shalafusshalih mengajarkan kita berdoa dalam menyambutnya.

Berikut adalah doa Sulthan al- Aulia’ Sayyidina Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani.  Dikutip dari Kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thoriq Al Haq karya Sulthan al-Aulia’ Sayyidina Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani, halaman : 270 -271.

“Doa ini dibaca pada malam tanggal 1 Romadhan ba’da maghrib,” pesan Ustadz Mochammad Nurul Hadi Amin, Pengkaji Kitab-kitab Tasawuf, imam Masjid Ridlwan Abdullah, Kedungdoro Surabaya.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الصِّيَامِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahras Shiyami”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan Romadhon”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقِيَامِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Qiyami”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan qiyam”

(bulan untuk mendirikan shalat tarawih)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاِيْمَانِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Imani”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan iman”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقُرْأَنِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Qur’ani”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاَنْوَارِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Anwari”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالْغُفْرَانِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Maghfirati Wal Ghufroni”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الدَّرَجَاتِ وَالنَّجَاتِ مِنَ الدَّرَكَاتِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Darojati Wa An Najati Mina Ad Darokati”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan (untuk menaikkan) derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ التَّائِبِيْنَ الْعَابِدِيْنَ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Taabi’iinal ‘Aaabidiina”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah”

اَلسَّلاََمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْعَارِفِيْنَ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral ‘Aarifiina”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang ma’rifat”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمُجْتَهِدِيْنَ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Mujtahidiina”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh”

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلأَمَانِ.

“Assalamu’alaiki Ya Syahral Amaani”

Artinya: “Salam bagimu wahai bulan yang aman”

كُنْتِ لِلْعَاصِيْنَ حَبْسًا وَلِلْمُتَّقِيْنَ اُنْسًا.

“Kunti Lil ‘aasiina Habsan Wa Lilmuttaqiina Unsan”

Artinya: “Engkau adalah penjara bagi orang-orang yang melakukan maksiat dan kesenangan bagi orang-orang yang bertakwa”

اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلقَنَادِيْلِ وَالْمَصَابِيْحِ الزَّاهِرَةِ. وَالْعُيُوْنِ السَّاهِرَةِ. وَالدُّمُوْعِ الْهَاطِلَةِ. وَالْمَحَارِيْبِ الْمُتَعَطِّرَةِ. وَاْلعَبَرَاتِ الْمُنْسَكِبَةِ الْمُتَفَطِّرَةِ. وَاْلاَنْفَاسِ الصَّاعِدَةِ مِنَ الْقُلُوْبِ الْمُحْتَقِرَةِ.

“Assalamu’ala Qanadili Wal Mashobikhi Azzahiroti, Waddumu’il Haarilati, Walmahaaribi Al Muta’attiroti, Wal ‘Abaaroti Al Munsakibatil Mutafattiroti, Wal Anfashisso’idati, Minal Qulubil Muhtariqoti”

Atinya: “Salam bagi pelita yang bersinar, mata-mata yang terjaga, airmata yang terus menetes, mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas-nafas yang naik dari hati yang hina.”

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَ.

“Allahummaj’alna mimman qobilta shiyamahum washolatahum wabaddalta sayyi’atihi bihasanatihi. Waadkholtahu birohmatika fii jannatika, Warofa’ta darojatihi birohmatika ya arhamar rohimin”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.”

Allahumma Amin.

Dinukil dari Kitab Al Ghunyah li Tholibi Thoriq al-Haq karya Sulthan al-Aulia’ Sayyidina Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 18:43 WIB

Horeee...Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka

Nasional

Tapi wisatawan tetap wajib jalankan protokol kesehatan Covid-19

11 Jul 2020 18:32 WIB

Mulai Hari Ini Kawah Ijen Dibuka Kembali untuk Umum

Jawa Timur

Gunung Ijen masuk dua wilayah kabupaten, yaitu Banyuwangi dan Bondowoso

11 Jul 2020 18:29 WIB

Prediksi Juventus vs Atalanta: Laga yang Sulit

Liga Italy

Atalanta belum terkalahkan dalam sembilan laga terakhirnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...