Semakin Menurun, Akankah Amido Balde Didepak?

20 Jun 2019 14:53 Liga Indonesia

Persebaya Surabaya masih bermasalah dalam penyelesaian akhir. Ini tak lepas dari performa Amido Balde yang semakin lama kian menurun. Pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman pun mulai mempertanyakan kemampuan striker asingnya tersebut. 

Seperti diketahui, pada pertandingan kontra Madura United di babak 8 besar Piala Indonesia, Amido Balde hanya dimainkan selama 52 menit setelah tampil tak maksimal. Ia tak hanya gagal mencetak gol, tapi Balde juga tak mampu memberikan ancaman bagi gawang lawan.

Maka itulah, Djanur memutuskan untuk menarik keluar legiun asing asal Portugal ini. Ia digantikan penyerang lokal, Osvaldo Haay. Hasilnya, Osvaldo Haay membuat serangan Persebaya lebih bervariatif. Bahkan mereka mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-54 berkat gol Osvaldo.

Pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman memberikan penilaian tentang performa Amido Balde. Ia mengakui permainan striker dengan tinggi 193 cm itu terus merosot dibanding sejak awal kedatangannya ke Persebaya.

"Kelihatan sekali di babak kedua, perubahan jelas sekali, karena Osvaldo bermain di depan mau lari. Sementara Balde terlalu gampang di-marking, karena memang dia minim pergerakan," kata Djanur sapaan akrabnya. Balde memang tampak malas bergerak, akibatnya tak sulit bagi pemain belakang lawan untuk menghentikan dirinya karena mudah dibaca lawan. 

Bukan itu saja, Balde yang memiliki keunggulan pada posturnya yang jangkung, sekitar 193 cm tak mampu memanfaatkannya. Ia jarang mendapatkan bola, kalau pun pegang bola, Balde terlalu mudah kehilangan. 

Ironisnya, agar bisa lepas dari penjagaan, lawan Balde sampai turun ke area tengah. Menurut Djanur, upaya itu inisiatif Balde sendiri agar tidak diikuti pemain belakang Madura United.

"Sebetulnya itu (turun terlalu jauh) upaya dia. Tidak ada instruksi untuk dia jauh turun lebih ke belakang. Tapi itu upaya dia untuk keluar dari marking lawan," ujar pelatih asal Majalengka ini.

Keberadaan Balde memang membuat permainan Persebaya terkesan monoton. Sebab, saat bola dipegang oleh pemain sayap, lagi-lagi permainan Persebaya gampang ditebak. Karena Balde pasti mencari posisi di kotak penalti untuk menerima umpan lambung. Sayangnya, hingga kini skema itu jarang membuahkan hasil karena Balde kerap gagal mendapatkan bola.

Namun, saat Balde tidak ada di dalam lapangan, permainan Persebaya lebih sulit dibendung lawan. Minimal, serangan Bajul Ijo lebih variatif. Tak hanya mengandalkan kedua sisi sayapnya, Persebaya bisa melakukan serangan dari sisi tengah. Perpindahan titik serangan juga lebih dinamis ketimbang saat Balde ada di lapangan.

"Tapi ketika bola sudah di kiri-kanan dia pasti akan lari ke tengah kotak penalti, Sayangnya dia (Balde) ketinggalan dan tidak bisa memanfaatkan umpan tersebut jadi gol. Itu menjadi evaluasi kami," ucap Djanur.

Saat ini, Amido Balde menjadi sorotan setelah tiga laga awal Persebaya Surabaya yang ia mainkan (menghadapi Bali United, Kalteng Putra, dan Madura United) ia tak mencetak satu pun gol bagi Persebaya. Bahkan ada kesan penampilannya semakin merosot.

 

Jika Balde tak segera menunjukkan grafik meningkat, besar kemungkinan dia akan menjadi pemain pertama yang harus angkat kaki dari Persebaya pada jeda kompetisi nanti. Apalagi Persebaya kini sudah menjalin kesepakatan dengan striker suburnya musim lalu, David da Silva yang tak lagi bermain untuk Pohang Steelers. David baru bisa bergabung dengan Persebaya pada putaran kedua karena bursa transfer pertama sudah ditutup.(hrs)

Penulis : Haris Dwi
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini