Lieus Sungkharisma. (Foto: dok/antara)

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Ditangkap Polisi

Nasional 20 May 2019 11:19 WIB

Direktorat reskrimsus Polda Metro Jaya menangkap Lieus Sungkharisma atas tuduhan makar. Lieus ditangkap di apartemen Hayam Wuruk Jakarta Pusat pukul 06.40 WIB, Senin, 20 Mei 2019.

"Iya, yang bersangkutan kami amankan tadi pagi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin, 20 Mei 2019.

Sebelumnya, Lieus dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan makar dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Lieus dilaporkan atas tindak pidana penyebaran berita bohong alias hoax.

Dalam kasus ini, polisi sempat memanggil Lieus namun yang bersangkutan mangkir dari pemeriksaan.

"Yang bersangkutan mangkir, jadi kami jemput paksa. Sebelumnya penyidik juga telah melakukan gelar perkara. Ada cukup alat bukti untuk menjadikan tersangka," kata Argo.

Sementara itu dalam penangkapan kali ini, polisi mendapati Lieus hanya berduaan dengan seorang wanita di apartemennya.

"Yang bersangkutan ditangkap di apartemen Hayam Wuruk lantai 6, kamar 614. Di dalamnya ada seorang wanita yang dia akui sebagai ART," kata Argo.

Usai penangkapan di Apartemen Hanyam Wuruk, Polisi lantas menggeledah rumah Lieus yang ada di Jalan Keadilan No 26 Jakarta Barat.

Lieus Sungkharisma adalah seorang aktivis sosial kemasyarakatan berdarah Tionghoa-Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI), Wakil Bendahara Depinas SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) 1986 - 1991, Ketua di DPP AMPI (Angkatan Muda Pembaruan Indonesia) dan DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), serta Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi) tahun 1985.

Dalam urusan politik Lieus sempat mendukung Jokowi pada Pilpres 2014. Namun pada pilkada DKI 2017, dirinya menjadi pendukung utama pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dan pada Pilpres 2019 ini, Lieus menjadi pendukung utama Prabowo-Sandi. (man)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 18:09 WIB

Mendikbud: Sejarah Adalah Tulang Punggung Identitas Bangsa

Nasional

Mendikbud pelajaran sejarah akan dihapuskan.

19 Sep 2020 11:47 WIB

Nasihati Nadiem, Haedar Ungkap Peta Jalan Pendidikan Indonesia

Khazanah

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam konsen dalam dunia pendidikan

16 Sep 2020 21:45 WIB

Nadiem dan Susi Pudjiastuti Beri Kuliah Umum Maba ITS

Pendidikan

Nadiem dan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum kepada maba ITS.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...