Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok/Antara)

Dituding Lakukan Politik Etok-Etok, Ini Respon PDIP dan Gerindra

Politik 25 July 2019 07:16 WIB

PDI Perjuangan dan Partai Gerindra menanggapi kritik Amien Rais yang menyebut bahwa pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto hanyalah rekonsiliasi "etok-etok" atau pura-pura.

"Terima kasih Pak Amien Rais sebagai senior yang selalu mengingatkan. Yakinlah bahwa yang dilakukan Pak Prabowo dengan bertemu Ibu Megawati dilandasi niat tulus dan ikhlas demi kebaikan bangsa," kata anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Habiburakhman, Rabu, 24 Juli 2019 malam.

Rekonsiliasi memerlukan jalan yang panjang. Langkah demi langkah harus dilalui termasuk bertemu dengan Jokowi selanjutnya dengan Megawati.

"Jadi walaupun pernah berbeda pilihan politik, Pak Prabowo dan Ibu Mega sepakat tetap menjalin silaturahmi dan hubungan yang baik," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. Menurut dia, rekonsiliasi perlu pendekatan yang panjang dan bertahap.

"Pertemuan Ibu Mega dan Pak Prabowo sebagai konstruksi saling mendekat secara evolusioner dan bertahap," kata Hendrawan.

Rekonsiliasi memang tidak bisa dilakukan secara cepat karena butuh proses dan tahapan. Pertemuan antara Megawati dan Prabowo dinilai merupakan bagian dari tahapan itu.

"Jangan banyak berharap dulu. Masak baru bertemu sudah minta formula 55-45. Pak Amin jangan berharap terlalu cepat, nanti malah kecewa," kata dia.

Terkait hal ini, politisi senior PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari minta pihak ketiga, termasuk Amien Rais tak terlalu mengganggu proses rekonsiliasi yang terjadi.

"Aneh jika menilai negatif tokoh yang mencoba menyambungkan rasa dan mengenyampingkan ego pribadi dan ego kelompok. Kepentingan bangsa harus diutamakan," ujarnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya tokoh senior Muhammadiyah Amien Rais mengkritik pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Amien bahkan menyebut bahwa pertemuan ini hanyalah rekonsiliasi "etok-etok".

"Alangkah aibnya, alangkah malunya hanya dengan beberapa kursi lantas tersandera tidak bisa memberikan kritik. Seperti ini hanyalah rekonsiliasi etok-etok, lupakan saja," kata Amien Rais.

 

Rekonsiliasi "etok-etok" menurut Amien, hanyalah kooptasi ketika petahana menang lantas menawarkan kursi ke yang kalah. Tawaran ini, menurut Amien kini telah membuat yang kalah bergembira dan melupakan kritik yang harusnya dilakukan.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 May 2020 10:37 WIB

Pecah Belah Partai Politik

Fathorrahman Fadli

Benarkah Amien Rais akan dirikan partai baru?

05 May 2020 18:10 WIB

Putra Amin Rais Mundur Dari DPR dan Kepengurusan Partai PAN

Nasional

Ketua Fraksi Partai Amanat (PAN) DPR RI Hanafi Rais menyatakan mundur

01 Mar 2020 17:00 WIB

Kepengurusan DPP PAN akan Akomodasi 4 Kubu

Politik

Susunan pengurus PAN segera diumumkan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...