Kepulauan Mariana Utara, Lawan Perdana Timnas Indonesia U16 di Kualifikasi Piala Asia 2018Ditolak FIFA Karena Dianggap Belum Merdeka, Jadi Lumbung Gol di Asia

16 Sep 2017 18:46 Timnas

Bangkok. Perjuangan Timnas Indonesia U-16 untuk meraih tiket Piala Asia 2018 akan dimulai satu jam lagi, tepatnya pukul 19.30 Wib.  

Tim asuhan Fakri Husaini itu akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara dalam laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Asia. di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand. Negara seperti Kepulauan Mariana Utara ini? 

Lawan Indonesia ini memang unik. Secara geografis bukan negara yang berada di Asia. Negara persemakmuran Amerika Serikat itu adalah negara di Samudera Pasifik. Negara ini masuk dalam wilayah Amerika Serikat seperti Guam dan Hawaii.

Mariana Utara sejatinya adalah negara yang dkuasai oleh bangsa Eropa dan Asia. Tercatat Spanyol, Jerman, dan Jepang pernah menguasai tetangga dari Guam ini. Mariana Utara mendapat status persemakmuran Amerika Serika pada 1975 setelah menolak merdeka penuh.

Kepualuan Mariana Utara mempunyai tiga pulau besar, yaitu Pulau Saipan, Tinian, dan Rota merupakan pulau terbesar di Mariana Utara. Ibu kota Mariana Utara adalah Capitol Hill yang berada di Pulau Saipan.

Belum lama ini, Mariana Utara sempat diributkan soal "wisata melahirkan". Banyak wisatawan perempuan datang dalam kondisi hamil tua. Mereka sengaja melakukan agar anak yang dilahirkan mendapat status sebagai warga Amerika Serikat.  

Soal sepakbola, Kepulauan Mariana Utara baru membangun sepak bolanya pada tahun 2005. Mereka dapat pengakuan dari Asosiasi Sepak Bola Asia Timur pada 2008 dan setahun kemudian menjadi anggota AFC.  

Kepulauan Mariana Utara dalam turnamen resmi bukanlah tim yang kuat. Mereka pernah dibantai Korea Utara dengan skor 18-0 dan Cina dengan skor 14-0. 

Hingga saat ini, organisasi sepakbola dunia FIFA menolak memasukan  Kepulauan Mariana Utara sebagai anggotanya. Salah satu alasan Presiden FIFA, Seep Blatter, negara ini dianggap belum memenuhi syarat sebagai sebuah negara merdeka sesuai statuta FIFA. tom

Penulis : Rahmad Utomo


Bagikan artikel ini