General Manager Arema FC, Rudy Widodo. (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Ditinggal Mario Gomez, Arema FC Cari Pelatih Pengganti

04 Aug 2020 16:46

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Arema FC masih mencari pelatih kepala pengganti sejak juru taktik asal Argentina, Mario Gomez resmi meninggalkan tim Singo Edan beberapa hari lalu.

Mundurnya Gomez dari kursi pelatih Arema FC disebabkan karena tak ada kata sepakat antara manajemen Singo Edan dengan Gomez terkait renegosiasi kontrak.

Meski hingga saat ini, Arema FC belum mendapatkan calon pengganti Gomez. Kesulitan ini lantaran mayoritas pelatih sudah memiliki klub. 

"Barangkali ada pelatih yang mau dengan kontrak sesuai Surat Keputusan PSSI," tutur General Manager Arema FC, Rudy Widodo pada Selasa 4 Agustus 2020.

Surat keputusan yang dimaksud Rudy, yaitu SKEP/53/VI/2020 yang dikeluarkan oleh PSSI terkait kebijakan renegosiasi kontrak karena adanya pandemi covid-19.

Pasalnya, manajemen Arema FC, tak ingin kejadian pengunduran Gomez terulang lagi ketika ingin merekrut pelatih anyar di sisa musim kompetisi Liga 1 2020.

Dengan pengunduran diri pelatih asal Argentina ini, dari sisi keuangan, Arema FC mengalami kerugian, sebab, pihak manajemen sudah terlanjur mengeluarkan uang muka untuk mengontrak Gomez dalam satu musim. Sedangkan, pelatih berkebangsaan Argentina tersebut baru melakoni 3 laga bersama Arema FC.

"Dari sisi manajerial tentu kami rugi. Sebab, manajemen sudah mengeluarkan uang muka untuk Gomez," kata Rudy.

Arema FC juga terancam bakal kehilangan pelatih fisik, Marcos Gonzales yang bernaung dalam satu agen dengan Gomez. Singo Edan juga dibayangi kehilangan pemain asingnya, Jonathan Baumann lantaran pemain tersebut merupakan rekomendasi dari Mario Gomez.

"Tentu kami harus memaksimalkan pemain yang ada. Mungkin baru bisa menambah saat bursa transfer sekitar Desember," ujar Rudy.

Namun, sejauh ini Rudy melihat bahwa komposisi pemain yang menghuni skuad Arema FC sudah cukup mumpuni untuk melanjutkan sisa musim kompetisi Liga 1 2020. Apalagi, di musim ini tak ada peraturan zona degradasi bagi tim yang berlaga di Liga 1 2020.

"Tentunya itu (komposisi pemain) sesuai dengan prestasi tim," tutupnya.