ilustrasi. Peneliti malware menemukan 172 aplikasi di play store yang diindikasikan nakal dan berbahaya. (Foto: Google)
ilustrasi. Peneliti malware menemukan 172 aplikasi di play store yang diindikasikan nakal dan berbahaya. (Foto: Google)

Ditemukan 172 Aplikasi Berbahaya dan Curang di Play Store

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 02 October 2019 13:35 WIB

Peneliti malware ESET menemukan sekitar 172 aplikasi di google play store diindikasikan berbahaya. Karena aplikasi itu mencakup aplikasi yang terinfeksi oleh adware, penipuan berlangganan, iklan tersembunyi, langganan premium sms dan banyak lagi.

"Aplikasi ini dideteksi pada September 2019 kemarin. dan beruntung sebagian telah berhasil dihapus," kata peneliti malware ESET seperti dikuti ubergizmo, Rabu, 2 Oktober 2019.

Jika melihat data yang dirangkum ESET, aplikasi jahat mempunyai lebih 335 install secara total dari 172 aplikasi. Jumlah instal paling banyak adalah aplikasi yang mengandung adware dengan jumlah aplikasi 48 dan install lebih dari 300.600.000.

Peringkat kedua adalah aplikasi Subscription Scam. Dari data dipublish Ubergizmo terlihat, ada 15 aplikasi yang mengandung subscription scam dengan total instalasi lebih dari 20.000.000.

Sedangkan di posisi ketiga ada aplikasi Hidden Ads. Setidaknya ada 57 aplikasi di Play Store yang mengandung Hidden Ads dan mempunyai total instalasi lebih dari 14.550.000.

Google mungkin ingin berpikir soal mengurangi jumlah aplikasi atau menerapkan pedoman ulasan ketat untuk menyetujui aplikasi di Play Store. Dengan langkah ini, pengguna bisa berhenti mengkhawatirkan aplikasi yang dimiliki pada perangkat mereka.

Karena itu bagi pengguna ponsel Android harus lebih hati-hati menginstal aplikasi. Karena aplikasi itu akan menguras isi kantong anda.

Sementara itu, hal yang sama juga diungkapkan Lembaga cyber security Sophos bahwa deretan aplikasi curang dan berbahaya ini memanfaatkan kelengahan pengguna Android membatalkan berlangganan layanan. Aplikasi ini tidak disusupi malware atau virus berbahaya tetapi mereka memungut biaya berlangganan yang tidak wajar.

"Aplikasi ini sendiri tampaknya tidak berbahaya atau mengandung kode berbahaya; beberapa aplikasi ini bahkan mungkin memiliki manfaat bagi pengguna. Namun, sulit membayangkan siapa pun dikenai biaya ratusan dolar untuk aplikasi barcode reader sederhana atau filter foto," ujar Sophos.

Modus aplikasi ini, biasanya aplikasi ini meminta pengguna untuk melakukan sign-in dengan memberikan data-data termasuk nomor kartu kredit. Setelahnya itu pengguna akan diberikan masa uji coba atau trial selama 3 hari. Aplikasi lain beri masa trial hingga 30 hari.

Setelah masa gratis habis maka tagihan penggunaan aplikasi akan muncul. Aplikasi ini secara otomatis mendaftarkan penggunanya untuk berlangganan. Uninstall aplikasi ini ternyata bukan solusi karena tagihan masih muncul.

Beberapa pengguna melaporkan tidak berhasil berhenti berlangganan selama uji coba dan dapat tagihan mahal. Salah satunya aplikasi QR code reader yang dikenakan biaya berlangganan 104,99 euro setelah penggunaan 72 jam. Pembuat aplikasi bernama Professional GIF Maker memungut biaya berlangganan 214,99 euro (Rp 3,8 juta) setelah uji coba berakhir. (berbagai sumber)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Oct 2020 13:20 WIB

Google akan Luncurkan Fitur Bersenandung untuk Mencari Lagu

Aplikasi

Cari lagu di Google mudah dengan bersiul atau bersenandung.

13 Oct 2020 00:10 WIB

Bagi Kelas dalam Kelompok, Google Meet Rilis Breakout Room

Aplikasi

Moderator bisa membagi kelas menjadi maksimal 100 kelompok.

12 Oct 2020 20:09 WIB

Rita Pranawati: Áisyiyah Konsisten Pegang Prinsip Kesetaraan

Khazanah

Pembicara dalam International Conference on Aisyiyah Studies

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...