Diskusi Jokowi-Quraish Shihab, Dunia Butuh Damai Bukan Kekerasan

25 Jan 2019 15:53 Nasional

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersilaturahmi dengan ulama sekaligus cendekiawan muslim Quraish Shihab. Silaturahmi tersebut berlangsung di di Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al-Quran, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat, 25 Januari 2019.

Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut oleh Quraish Shihab beserta istri, Fatmawati Assegaf dan keluarga. Presiden hadir dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang berpeci hitam. Sementara Ibu Iriana mengenakan pakaian putih dengan kerudung senada.

"Alhamdulillah saya bisa berkunjung dan bertemu dengan Bapak Quraish Shihab dan Bapak Nasaruddin (Imam Besar Istiqlal) di Pusat Studi Quran di Tangerang Selatan ini. Banyak tadi yang kita perbincangkan, tetapi intinya tadi mengenai moderasi Islam, Islam yang moderat, wasatiyyah Islam," kata Presiden selepas pertemuan.

Kepala Negara mengaku mendapatkan masukan dari Quraish Shihab yang semuanya telah dicatat olehnya dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut.

Presiden Jokowi bersilsturahmi dengan Quraish Shihab Foto Media Setpres
Presiden Jokowi bersilsturahmi dengan Quraish Shihab. (Foto Media Setpres)

Terkait pembicaraan tersebut, Quraish Shihab menjelaskan bahwa materi seputar Islam yang moderat dan isu-isu kontemporer merupakan hal yang memang menjadi fokus perhatian institusi yang didirikannya, Pusat Studi Quran (PSQ).

Moderasi Islam dalam pandangan Quraish Shihab merupakan syarat wajib bagi masyarakat Indonesia mengingat betapa beragamnya Indonesia, saling menghormati antarsesama adalah esensi agama.

Selain itu, Quraish Shihab juga menyampaikan program PSQ yang sudah berlangsung lebih dari 15 tahun di berbagai daerah dengan ribuan alumni yang saat ini berdakwah dan melakukan pengabdian masyarakat di penjuru Nusantara.

"Dan itu alhamdulillah disambut dengan penuh perhatian oleh Bapak Presiden. Jadi saya kira itu sebabnya. Dunia sekarang membutuhkan moderasi, bukan kekerasan," tuturnya. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini