Salah satu peserta menampilkan tari kreasi Bolinggoan dalam malam final, Jumat malam. (foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Salah satu peserta menampilkan tari kreasi Bolinggoan dalam malam final, Jumat malam. (foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Disdikbud Probolinggo Gali Potensi Kreasi Bolinggoan via Lomba

Ngopibareng.id Advertorial 14 November 2020 13:15 WIB

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan para remaja di Kota Probolinggo untuk berkarya, mencipta tari kreasi. Bahkan ajang lomba cipta tari kreasi Bolinggoan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo diikuti 19 kelompok peserta.

“Karena pandemi Covid-19 belum mereda, pelaksanaan lomba digelar dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Disdikbud, Moch. Maskur melalui Kabid Kebudayaan, Sardi di sela-sela malam final lomba tari kreasi Bolinggoan di sebuah hall resto di Kota Probolinggo, Jumat malam, 13 November 2020.

Pada malam final itu sebanyak delapan kelompok peserta menampilkan tari kreasinya di depan para juri dan penonton. Para peserta dan penonton menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, bermasker, hingga mencuci tangan dengan hand sanitizer.

“Bahkan sejak awal lomba, 19 peserta ini hanya mengirimkan tari kreasinya dalam bentuk video kepada tim juri,” kata Sardi. Tim juri kemudian menyeleksi 19 peserta ini menjadi delapan peserta yang tampil di malam final.

Sardi mengatakan, lomba tari kreasi Bolinggoan ini kali pertama digelar. Tujuannya untuk menggali tari kreasi yang digali dari tari tradisioanal dan kearifan lokal Probolinggo. “Makanya ada tari kreasi yang mengacu pada Jaran Bodhag, juga Larung Sesaji,” katanya.

“Syukur alhamdulillah, apreasi masyarakat Probolinggo untuk menggali seni tari kreasi sangat luar biasa,” kata Sardi. Lomba yang diselenggarakan Disdikbud dan Dewan Kesenian Kota Probolinggo pun menjadi ajang pembinaan terhadap seniman.

Kabid Kebudayaan pada Dispendikbud Sardi saat memberikan penghargaan kepada pemenang lomba foto Ikhsan MahmudiNgopibarengidKabid Kebudayaan pada Dispendikbud, Sardi saat memberikan penghargaan kepada pemenang lomba. (foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Adapun kedelapan finalis itu itu berasal dari tiga sanggar, yakni Bina Tari Bayu Kencana, Panji Laras dan Padepokan 22. Hasil seleksi akhir dari 19 peserta yang dimulai sejak 28 Oktober hingga 9 November.

Para finalis secara bergiliran membawakan tarian dengan judul Minion Jaran Bodhag dan Jebing Majengan. Kemudian Jaran Bodhag Karepan, Dara Getak, dan Susup. Serta Kipas Bayuangga, Sekar Arum dan Larung Sesaji.

“Tari-tarian ini, merupakan kreasi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Probolinggo. Memadukan kekayaan alam dan budaya Pandalungan atau perpaduan Jawa-Madura,” sebut pria yang juga Plt. Sekretaris Disdikbud itu.

Adapun para pemenangnya, juara pertama Jaran Bodhag Karepan (koreografer Yeyen Wulan R.), juara kedua Jebing Majengan (koreografer Tabah Luh Penatas) dan juara ketiga Dara Getak (koreografer Eksa Hertin Probowati).

Dara Getak juga menyabet favorit pilihan panitia. Untuk harapan pertama hingga kelima, yaitu Susup, Kipas Bayuangga, Larung Sesaji, Sekar Arum dan Minion Jaran Bodhag.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Feb 2021 19:45 WIB

20 Tahun Tak Terbang, Pesawat Boeing 747 Ini Sengaja Dihancurkan

Internasional

Pesawat digunakan untuk pelatihan penyeldikan kecelakaan terbang.

27 Feb 2021 19:30 WIB

Sungai Legundi Rawan Banjir Kiriman dari Bromo

Jawa Timur

Walikota akan koordinasi dengan Jatim, karena sungai ini wilayah pemprov.

27 Feb 2021 19:15 WIB

Kabar Duka, Istri Emil Salim Tutup Usia

Nasional

Istri Emil, Roosminnie Roza tutup usia di RS Medistra.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...