Cosplay penari gandrung dengan wajah zombi yang menyeramkan inilah yang menuai polemik (foto : istimewa)

Disbudpar Panggil Penyelenggara Cosplay Gandrung Berwajah Zombi

Seni dan Budaya 14 January 2020 17:05 WIB

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menyampaikan jika cosplay penari gandrung yang menyerupai zombi adalah bentuk ekspresi seni. Penari gandrung dipilih menjadi model dalam lomba yang juga workshop milik Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) pusat, karena gandrung dinilai sangat ikonik.

Pendapat itu diperoleh setelah Kepala Disbudpar Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda memanggil Parfi terkait protes yang dilakukan oleh Forum Pembela Adat dan Budaya Banyuwangi (Balawangi).   

“Teman-teman Parfi mengatakan jika ini karya seni, bukan sekedar mereka mau mengeksploitasi budaya. (Mereka) merepresentasikan ikon yang mau dijadikan karya seni agar gandrung betul-betul punya nilai lebih di mata seni, bukan sekedar penari saja,”jelas Bramuda menyampaikan pendapat Parfi, Selasa 14 Januari 2020.

Menurutnya, sejumlah anggota Parfi pusat sedang berada di Banyuwangi berkaitan dengan acara lomba make up cosplay tersebut. Lomba itu adalah bagian dari kegiatan bengkel kerja Parfi di 10 kota, salah satunya di Banyuwangi.

Dari penjelasan yang diterimanya, tidak ada keinginan atau niat untuk meletakkan gandrung pada posisi yang tidak terhormat. Bramuda mengaku tidak melihat adanya unsur kesengajaan maupun unsur yang memang direkayasa.

Ia juga menjelaskan jika logo Pemkab Banyuwangi yang terpasang pada poster kegiatan tersebut, bisa dipakai oleh siapa pun. Menurutnya, terpasangnya logo itu merupakan bentuk kebanggaan atas sinergi masyarakat, meski kegiatan cosplay itu bukan milik Pemkab Banyuwangi.

Bramuda meminta agar warga Banyuwangi lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan dalam ekspresi seni.

“Jadi hal-hal yang kecil ini menurut saya kita harus dewasa menyikapinya. Kita harus melihat tujuannya untuk ke depan jauh lebih hebat. Bahwa Banyuwangi akan dijadikan kota film oleh Parfi. Karena kami melihat kota Banyuwangi potensi menjadi kota film sangat luar biasa selain Bandung, Jogjakarta dan Bali,” tandasnya.

Ia berharap recana menggarap Banyuwangi sebagai kota film tidak hilang akibat kontroversi cosplay gandrung. Ia juga mengingatkan agar Parfi lebih berhati-hati dalam membuat even.

“Mungkin (Parfi) sebelumnya harus berdiskusi di DKB (Dewan Kesenian Banyuwangi) atau dinas pariwisata untuk lebih mengoptimalkan rencana maupun kegiatan yang akan dilakukan di Banyuwangi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Pembela Adat dan Budaya Banyuwangi (Balawangi) memprotes cosplay penari gandrung dalam sosok zombie yang muncul pada lomba di sebuah pusat perbelanjaan di Banyuwangi, Minggu, 12 Januari 2020.

Balawangi protes lantaran penari gandrung yang ikonik, anggun dan cantik, ditampilkan dalam sosok zombi yang terlihat menakutkan.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 21:25 WIB

Warga Papring di Banyuwangi Aspal Jalan Secara Swadaya

Jawa Timur

Baik pembiayaan maupun pengerjaannya dilakukan secara swadaya

09 Jul 2020 14:40 WIB

Kambuh, Residivis Kasus Jambret Banyuwangi Ditembak Polisi

Kriminalitas

Kambuh, Residivis Kasus Jambret ini Kembali Dibekuk Polisi

08 Jul 2020 20:43 WIB

Nenek 53 Tahun Rampas Tas Warga Saat Belanja di Pasar

Kriminalitas

Seorang nenek nekat merampas tas di pasar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...