Disambangi Wapres JK, Ini Warning Buya Syafii untuk Negeri

15 Aug 2019 19:27 Nasional

Prof Dr A Syafii Maarif mengingatkan, kondisi perekonomian negara dengan Wapres Jusuf Kalla (JK), termasuk imbas perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang berdampak ke Indonesia.

"Sekarang ekonomi kita kalau perang dagang China dan Amerika terus-menerus, itu kita terkena dampaknya itu. Tapi (perekonomian Indonesia) masih tumbuh lima persen," tutur Buya Syafii, panggilan akrabnya.

"Kalau (perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat) terus-menerus ya (berdampak negatif bagi Indonesia). Tapi masih bisa lima persen pertumbuhan ekonomi kita itu," pungkas Buya Syafii.

Penegasan Buya Syafii diungkapkan saat mendapat kunjungan Wapres JK, didampingi Sri Sultan HB X, pada Kamis 15 Agustus 2019.

Buya Syafii mengatakan kedatangan Wapres JK ke kediamannya dalam rangka silaturahmi biasa. Dan dalam pertemuan itu juga dibahas masalah perpolitikan negara.

"Ya silaturahmi biasa, saya (habis) sakit. Kemudian kita bicara juga tentang politik sedikit lah," kata Buya Syafii.

Terkait politik dan agama, Buya Syafii mengingatkan agar agama tak dijadikan kendaraan politik semata.

"Agama memang tidak bisa dipisahkan dengan politik, tapi semestinya agama menjadi panduan moral politik. Jadi agama jangan dijadikan kendaraan. Politik yang harus menjadi kendaraan moral. Idealnya begitu," kata Buya Syafii.

Ia mengatakan, menjadikan agama sebagai kendaraan politik akan menghasilkan perpecahan seperti yang terjadi di beberapa negara Arab. Buya Syafii mengingatkan agar Indonesia tak terjebak pada perpecahan yang terjadi di negara-negara tersebut.

Dalam segala persoalan, termasuk saat perayaan demokrasi, para tokoh masyarakat, khususunya politisi, hendaknya menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.

"Harus damai, harus damai. Kalau seumpamanya ada yang menghujat sepihak, yang lain lebih-lebih kalem," lanjut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.

Sebelumnya, Buya Syafii juga mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk zaken kabinet atau kabinet yang diisi oleh para ahli di bidangnya setelah resmi dinyatakan terpilih sebagai presiden 2019-2024.

"Kami juga meminta kalau nanti Pak Jokowi pasti jadi presiden lagi, supaya dibentuk suatu zaken kabinet, kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli," kata Syafii.

Syafii mengatakan orang-orang ahli untuk menjadi menteri tersebut boleh diusulkan oleh partai politik. Namun, kata Syafii, partai tak boleh mengusulkan hanya satu nama, tetapi beberapa nama yang kemudian dipilih oleh Jokowi.

"Jadi presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, kabinet yang lalu ini menurut saya banyak bolongnya," ujarnya.

Di sisi lain Syafii menyebut para menteri terpilih nanti juga memahami Pancasila dan berjiwa patriot. Menurutnya, para menteri harus juga membantu presiden menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

"Kami berharap juga para menteri harus paham Pancasila dan patriot. Jadi menjaga kedaulatan bangsa kita," katanya.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini